telusur.co.id – Cendekiawan muslim Prof Komaruddin Hidayat berharap Idul Fitri menjadi momen bagi anak bangsa untuk mendinginkan suhu politik.

“Momen Idul Fitri dengan libur lebaran yang cukup panjang memang memberi jeda cooling down, semua bersilaturahmi, kondisi ekonomi juga saya kira meningkat, jadi betul-betul dinikmati lah lebaran kali ini,” ujarnya saat dihubungi wartawan.

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, meski suhu politik dipastikan akan naik lagi usai Idul Fitri, ia mengimbau masyarakat untuk tidak lagi, atau mengurangi ujaran-ujaran kebencian baik bentuk tulisan, gambar, atau lainnya.

Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Achmad Satori Ismail menyatakan bahwa hari raya ini harus dimaknai sebagai momentum untuk tetap menjaga perdamaian antar umat manusia.

“Menjaga persatuan, menjaga ukhuwah, dan menjaga persatuan, itu yang paling penting,” katanya.

Satori menegaskan, pada dasarnya semua agama menginginkan dan mengajarkan hal yang sama, yakni perdamaian. Dimana perdamaian dapat terwujud jika antar umat saling mengasihi dan menghormati perbedaan.

“Oleh karena itu, semua langkah kita arahkan kepada penciptaan dalam wujud kasih sayang di kehidupan nyata,” imbuhnya.

Dalam konteks politik, dia juga mengajak seluruh masyarakat dalam para elit politik agar memiliki kesamaan pandangan dan niat untuk membangun bangsa dan negara, bukan untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

“Tujuannya harus sama untuk membangun negeri ini,” tutur Satori. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini