Pasangan Asyik/Net

telusur.co.id – Kemenangan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat, sebagaiman hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, tidaklah mengejutkan.

Figur Ridwan sendiri adalah sosok dibalik kemanangan dirinya untuk menjadi orang nomor wahit di tanah sunda itu.

“RK (Ridwan Kamil) itu sudah siapkan diri selama lima tahun, bahkan (Ridwan) sangat serius. Ini perjuangan dia,” kata pengamat politik Karyono Wibowo kepada telusur.co.id, Kamis (28/6/18).

Bahkan menurut Karyono, dari segi calon yang berlaga di Pilgub Jabar, Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar adalah figur yang paling populer.

Namun dirinya merasa heran perolehan suara pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi justru melorot pada saat pemilihan.

“Kalau dilihat dari sejumlah hasil survei beberapa bulan terkahir (sebelum pemilihan) Deddy itu di atas RK, namun selisihnya sangat tipis. Dan suara Dua DM bersaing ketat dengan Rindu,” kata Karyono.

BACA JUGA :  Kisruh Golkar Jabar : Nilai Langgar Juklak Pilkada, Kader di Jabar Minta DPP Rubah Keputusan

Menurut Karyono yang merupakan Direktur Indonesian Public Institute (IPI), justru yang menjadi fenomenal dan sorotan adalah perolehan suara pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKS, Sudrajat-Ahmad Syaikhu, yang berdasarkan hitung cepat beberapa lembaga survei menempati posisi kedua, di atas pasangan Dua DM.

“Ini yang fenomenal, justru pasangan Asyik mengalami penaikan suara yang signifikan. Kan jika dalam survei sebelum pemilihan (memperoleh) 12-14 persen saja, tapi versi quick count 29 persen. Ini yang luar biasa,” kata dia.

Dirinya meyakini lonjakan suara pasangan Asyik itu dikarenakan adanya gerakan yang luar biasa. Namun dirinya tidak mengetahui secara pasti apa penyebab luar biasa yang membuat suara pasangan nomor pemilihan tiga itu bisa meroket.

“Apakah itu campur tangan Aher (Ahmad Heryawan, Gubernur Jabar dua periode), (atau) campur tangan birokrasi rezim PKS? Saya menduga itu,” kata dia.

BACA JUGA :  Sudrajat "Otak Kanan" nya Jabar Dan Syaikhu Adalah "Otak Kiri" nya

Menurutnya, jika masa kepemimpinan Aher selesai setelah Pilkada, maka pasangan Asyik diyakininya akan menang dalam pemilihan Gubernur Jabar.

Saat ditanya apakah ada kaitannya kegagalan pasangan Asyik menang dengan posisi M. Iriawan sebagai Pejabat Gubernur pengganti Aher, dirinya mengatakan hal itu mungkin saja.

“Kalau secara politik, bisa juga dibaca seperti itu, kekuasaan lokal memberikan pengaruh. Siapa yang didukung oleh kekuasaan lokal maka akan berpengaruh,” kata Karyono.

Menurutnya, dengan kemenangan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar, maka peta politik untuk Pilpres di Jabar akan berubah.

Dimana pada saat Pilpres 2014, pasangan Prabowo-Hatta yang juga didukung PKS, memenangkan perolehan suara di tanah sunda itu.

“Dengan kemenangan RK, maka peta politik (Pilpres) di Jabar bisa berubah. Tentu saja ini tidak linier, politik kan dinamis.” [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini