PDIP/Net

telusur.co.id – Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sukadar menyoroti adanya kasus coblos ganda di TPS 49 Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes saat Pilkada Jatim pada 27 Juni lalu, sehingga penyelenggara pemilu harus melakukan coblos ulang pada Minggu (1/7).

“Kami tidak menuduh siapapun. Bisa saja kasus coblos ganda juga terjadi di TPS yang lain namun belum terungkap,” katanya, Sabtu.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meminta penyelenggara pemilu kepala daerah baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk meneliti kembali hasil perolehan suara di masing-masing TPS.

BACA JUGA :  Ogah Dukung Jokowi, PBB Akan Kampanye untuk Kotak Kosong

“Kami tidak mengatakan menghentikan rekapitulasi di tiap-tiap PPK yang saat ini sedang berjalan. Tapi kami minta diteliti lagi, kami hanya khawatir ada kejadian coblos ganda yang belum terungkap,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya ini.

Kekhawatiran lainnya, lanjut dia, ada gerakan yang masif dengan memanfaatkan orang-orang tertentu untuk melakukan coblos ganda di TPS lain yang belum terungkap. “Kejadian di TPS 49 Manukan Kulon, pelakunya merupakan pasutri yang lanjut usia yang tidak tahu apa-apa,” katanya.

Meski demikian, Politisi PDIP ini mendukung penghentikan sementara rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK Tandes sembari menunggu coblos ulang di TPS 45 Manukan Kulon pada Minggu (1/7). (ant)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini