Gambar/Net

telusur.co.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 ini akan digelar serentak tanggal 27 Juni 2018 di seluruh daerah Indonesia, beberapa Provinsi yang tampaknya akan dijadikan ajang konstetasi dan banyak menarik perhatian adalah  Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Utara, karena daerah tersebut jumlah penduduknya cukup banyak, sehingga seringkali dianggap barometer untuk pelaksanaan Pilpres yang akan digelar tahun 2019.

Pilkada di Provinsi Jawa Barat (Jabar) tampaknya lebih mendapatkan porsi berita atau opini yang ada saat ini, fenomena tersebut makin mendapatkan perhatian dan sampai kini masih menuai kontroversial, ketika Presiden melalui Menteri Dalam Negeri mengangkat Komjen Polisi Muhammad Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat. Meskipun secara tegas Penjabat Gubernur Jabar Muhammad Iriawan menegaskan nahwa ia dan jajarannya akan bersikap netral.

BACA JUGA :  Elektabilitas Jagoan PDIP di Pilgub Jabar Paling Rendah

Dalam Pilkada Jabar, sejumlah 101 purnawirawan perwira tinggi TNI diterjunkan ke Jawa Barat  melalui Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR)  untuk memperjuangkan kemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Sudrajat-Ahmad Syaikhu atau “Asyik” di Pilgub Jawa Barat 2018.

“Jadi sebanyak 101 purnawirawan jenderal ini disebarkan ke 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Kami bertugas menghimpun kekuatan bersama ribuan purnawirawan lain dan masyarakat di Jawa Barat untuk memenangkan Pasangan ‘Asyik’,” kata Ketua Umum PPIR Mayjen (Purn) TNI Musa Bangun, di Bandung, Senin, (25/06/18).

Diterjunkannya sejumlah perwira TNI tersebut, selain menghimpun kekuatan suara dari masyarakat, PPIR juga akan mengawasi proses perhitungan suara Pilgub Jawa Barat 2018 untuk memastikan tidak terjadi kecurangan.

“Kami ingin demokrasi berjalan baik dan tidak ternodai oleh praktik-praktik tak terpuji. Kami singa-singa tua ini seharusnya beristirahat menikmati hari tua bersama anak cucu di rumah,” kata Musa.

BACA JUGA :  Tak Diusung PKS, Istri Aher Tegaskan Bukan 'Kutu Loncat'

Pihaknya menilai, Pasangan “Asyik” adalah figur yang layak diperjuangkan dan dimenangkan di Pilgub Jawa Barat karena pasangan ini tidak sekadar saling melengkapi, tetapi juga berpengalaman dan tidak memiliki cacat korupsi.

Selain itu, lanjut dia, sosok Sudrajat dan Ahmad Syaikhu juga merupakan pribadi yang sangat nasionalis dan religius.

“Karena itu, kami menyerukan kepada para senior dan adik-adik purnawirawan, mari kita berjuang bersama memenangkan Sudrajat-Syaikhu,” kata dia lagi.

Lebih lanjut, Musa Bangun menjelaskan bahwa PPIR sebagai sayap Partai Gerindra, saat ini telah berhimpun ribuan purnawirawan TNI dan Polri dalam struktur organisasi sampai ke kabupaten/kota, kecamatan dan desa bersama-sama terus bertekad bersama rakyat untuk Indonesia lebih baik lagi.(Red/Ant).

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini