Net

telusur.co.id – Berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat atau quick count setelah pemungutan suara Pilkada serentak 2018.

Berdasarkan hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, untuk Pilgub Sumatera Utara, pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah diunggulkan.

Seperti hasil survei LSI Denny JA, dari data yang masuk 99,71 persen, pasangan Edy-Musa memperoleh 57,16 persen suara. Sedangkan pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus memperoleh 42,84 persen suara.

Sementara quick count Pilgub Sumut versi Charta Politika, dengan data yang masuk 91,75 persen pasangan Edy-Musa memperoleh 59,87 persen suara. Sedangkan pasangan Djarot-Sihar memperoleh 40,13 persen suara.

BACA JUGA :  Rakyat Diimbau Jangan Pilih Pemimpin yang Gerogoti Uang Negara

Menanggapi kekalahan Djarot, pengamat politik dan anggaran Uchok Sky Khadafi meminta kepada Djarot dan partai penusungnya untuk bersabar.

“Sabar, sabar, sabar buat Djarot. Baru dua kali kalah dalam Pilkada Provinsi,” kata Uchok kepada telusur.co.id, Rabu sore (27/6/18).

Menurut Uchok, Djarot harus mencoba kembali untuk ketiga kalainya dalam kompetisi Pilkada tingkat Provinsi.

“Khofifah saja, baru menang setelah ke tiga kali Pilkada. Khofifah bisa menang pilkada sesudah jadi menteri. Jadi, kalau Djarot ingin merasakan kemenangan jadi Gubernur, harus jadi menteri dulu, dan ikut pilkada yang ketiga kali,” kata Uchok.

BACA JUGA :  Langkah Prabowo Bebaskan TKI dari Hukum Mati Perlu Dicontoh
Istimewa

Menurut Uchok, kekalahan Djarot lantaran politikus PDIP itu terlalu percaya diri untuk bisa menjadi pemimpin di Sumut.

“Terlalu pede dan optimis jadi pemimpin orang batak. Padahal yang dibutuhkan oleh batak adalah pimpinan yang tegas, dan disiplin,” kata dia. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini