Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Seorang Jakmania atau pendukung klub Sepakbola Persija, berinisial HP telah ditetapkan sebagai tersangka, atas kasus dugaan pemukulan terhadap anak Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Kabar penetapan HP sebagai tersangka sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi wartawan, Minggu (1/7/18).

“Iya sudah tersangka,” kata Argo.

Disampaikan Argo, meski HP telah ditetapkan sebagai tersangka, namun ia tidak ditahan. Sebab HP dikenakan pasal 352 KUHP tentang penganiayaan ringan, dimana ancaman hukumannya hanya 3 bulan penjara.

Meski tidak ditahan, namun proses hukum terhadap HP tetap berjalan. Sebagai penggantinya, HP diwajibkan lapor.

(Baca: Polisi Amankan Suporter Persija Pemukul Anak Menpora)

Senada, Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Stefanus Tamuntuan mengatakan, HP sudah tersangka dan tidak ditahan. Stefanus menyebut HP tidak ditahan karena ancaman hukuman yang menjeratnya di bawah lima tahun penjara.

“Yang bersangkutan tidak ditahan, melainkan wajib lapor,” kata Stefanus.

(Baca: Persija Minta Maaf Atas Pemukulan Putra Menpor)

Diketahui, peristiwa pemukulan terhadap anak Imam Nahrawi terjadi saat pertandingan lanjutan Liga I, antara Persija melawan Persebaya, di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/18).

Usai terjadi pemukulan, putra Menpora RI itu membuat laporan polisi pada Jumat malam (29/6/18).

Sebelumnya, beredar video melalui media sosial yang merekam putra Imam Nahrawi itu diusir pendukung kesebelasan Persija lantaran menunjukkan kegembiraan ketika pemain Persebaya mencetak gol.

Karena terlihat ekspresi senang, oknum pendukung Persija memukul kepala dan mengusir putra Imam Nahrawi dari tribun penonton.

Namun, sebagian penonton yang berada di tribun berusaha menenangkan situasi yang sempat memanas tersebut. [ipk]

Bagikan Ini :