Saleh Partaonan Daulay (tengah)/telusur.co.id

telusur.co.id – Kemenangan kotak kosong dalam Pilkada Wali Kota Makassar menjadi catatan baru perjalanan demokrasi di Indonesia. Fenomena menangnya kotak kosong juga menunjukkan kesadaran politik masyarakat yang semakin baik.

Demikian pendapat Wakil Sekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay dalam pernyataan kepada wartawan, Minggu (1/7/18).

“Itu artinya, masyarakat tidak bisa hanya sekedar disuguhi satu calon pemimpin. Mereka ingin ada sejumlah calon yang bisa mereka pilih,” kata Saleh.

“Masyarakat pun tidak mau seakan dipaksa memilih calon yang dipilih parpol untuk mereka. Karena tidak ada alternatif, akhirnya masyarakat lebih memilih kotak kosong.”

Kemenangan kotak kosong ini, menurut dia, menunjukkan harapan kuat masyarakat, akan adanya calon lain dalam pemilihan. Sehingga, walaupun mayoritas partai politik bersatu pada satu calon, bila tidak dikehendaki rakyat, maka kotak kosong yang akan menjadi pilihan.

Menurutnya, kejadian ini adalah refleksi bagi partai-partai politik. Ke depan, kata dia, sebelum memutuskan calon, partai-partai harus melakukan survei di tengah masyarakat. Imbauan ini juga ia sampaikan kepada para pengurus dan kader PAN di daerah, yang termasuk mendukung calon tunggal melawan kotak kosong, di Pilkada Wali Kota Makassar kemarin.

Bagaimana pun kekuatan akseptabilitas atau penerimaan masyarakat terhadap calon kepala daerah akan sangat penting.

Maka dari itu, dirinya meminta kepengurusan partai di daerah melakukan survei sebelum pilkada dimulai. Karena dengan akseptabilitas yang bagus, calon tersebut diyakini dapat menang melawan kotak kosong.

Selain itu, lanjut Saleh, kemenangan kotak kosong ini sekaligus menegaskan perlunya partai politik melakukan pendidikan politik bagi kader-kadernya. Dengan pendidikan politik itu diharapkan akan lahir calon-calon pemimpin yang bukan hanya disenangi oleh partai, tapi juga disenangi oleh masyarakat.

Di Makassar, kotak kosong berhasil memenangkan Pilkada. Selama ini kejadian semacam itu tidak pernah terjadi dan menjadikan kemenangan kotak kosong ini sebagai yang pertama dalam sejarah Pilkada Makassar. [ipk]

Bagikan Ini :