Net

telusur.co.id – Proses perhitungan suara pemilihan kepala daerah Kota Makassar, masih berlangsung. Dalam proses perhitungan oleh KPU Kota Makassar, hasil sementara rekapitulasi menunjukkan kolom kosong mengungguli pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

Atas itu, Pemilihan Wali Kota Makassar pun menjadi sorotan. Terlebih, Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan, pemilihan Wali Kota Makassar akan diulang pada 2020. Hal tersebut sebagaimana UU dan peraturan KPU.

Dikatakan Arief, pemilihan ulang tersebut akan dilakukan setelah KPU Kota Makassar mengumumkan hasil rekapitulasinya. Dimana kolom kosong menang melawan pasangan nomor urut 1, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi.

Hal senada disampaikan Komisioner KPU Kota Makassar, Rahma Saiyed. Menurutnya, apa yang dikatakan KPU pusat sudah sesuai UU yang ditetapkan oleh KPU.

“Kalau sudah ada (pernyataan) dari KPU RI, saya tidak usah komentari. Karena sama sebenarnya,” kata Rahma saat dihubungi, Minggu (1/7/18).

Dirinya mengatakan, proses rekapitulasi perhitungan suara Pilwalkot Makassar masih berjalan sampai dengan 4 Juli 2018.

Setelah itu, pihaknya akan menggelar rapat pleno rekapitulasi untuk penentuan hasil.

(Baca: Fenomena Kemenangan Kotak Kosong Di Pilwalkot Makassar)

Sementara itu, hastag #savekolomkosongmakassar menjadi trending topic di media sosial twitter.

(Baca: Pilwalkot Makassar, Keluarga Wapres JK Lawan Kotak Kosong?)

Pemilik akun @Ismamayasari2 menuliskan, “Iya benar (kotak kosong unggul). Makassar saya kira hampir dipastikan kolom kosong menang. Cuma angka pastinya harus masih nunggu KPU. #SaveKolomKosongMakassar.”

Twitter

Fenomena yang pertama kali kotak kosong menang melawan kandidat peserta terjadi di pemilihan walikota Makassar di mana pasangan Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) dikalahkan kotak kosong. #savekolomkosongmakassar,” tulis @Desty007.

Uniknya… justru kotak kosong tersebut yang banyak dicoblos warga, alias memperoleh suara terbanyak. #savekolomkosongmakassar,” kata @relindapuspita.

Sebelumnya, Ketua KPU Makassar, Syarif Amir memenuhi panggilan pemeriksaan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait kasus dugaan manipulasi data hasil perhitungan suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.

Syarif Amir diperiksa di kantor Bawaslu Makassar, Jalan Angrek Raya, Sabtu (30/6/18) pagi.

Dia diperiksa selama tiga jam untuk dimintai keterangannya berkaitan kasus manipulasi data C1 KWK.

Selain Syarif Amir, staf KPU Makassar dan komisioner KPU Makassar Divisi Teknis Abdullah Mansyur dan anggota Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) Tamalate juga akan diperiksa. Humas Bawaslu Makassar, Muhammad Maulana mengatakan, pemeriksaan tersebut terkait data rekapitulasi real count yang beredar. [ipk]

Bagikan Ini :