#2019GantiPresiden/telusur

telusur.co.id – Gerak jalan santai ribuan warga di Solo, Minggu kemarin menjadi pesan simbolik bahwa di kampung halaman Joko Widodo, dirinya sudah tidak diinginkan warganya untuk kembali menjadi Presiden RI.

Sebab dalam aksi itu, masyarakat di Solo turut menyerukan gerakan #2019GantiPresiden.

Adanya gerakan ganti presiden yang sudah sampai di Solo pun kian ramai di media sosial Twitter.

Menurut akun @BangPino_, gerakan di Solo bukan hanya sekedar kumpul-kumpul massa. Melainkan juga menguatkan mental relawan 2019 agar tetap solid, karena Solo adalah salah satu basis banteng.

Gerakan #2019GantiPresiden yang di Deklarasikan di Solo ini lebih dari sekedar berkumpulnya massa untuk menyatakan satu visi di 2019 nanti. Tp lebih pd gerakan Menguatkan Mental Relawan 2019 agar tetap SOLID karena Solo adalah salah satu Basis Banteng,” tulis @BangPino_.

Sedangkan menurut akun, @abanda_raja, gerakan tersebut juga dilakukan di depan warung Martabak Makobar, milik anak Presiden Jokowi.

Kami Gemakan! Didepan Martabak Markobar anak Dilan. Emak2 Militan dan warga SOLO lakukan Deklarasi #2019GantiPresiden Yes! Mari terus bersemangat.”

Sebelumnya, ribuan orang mengikuti jalan sehat yang diadakan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) bersama sejumlah organisasi maupun kelompok umat Islam di Soloraya, Minggu pagi (1/7/18).

Kegiatan Jalan Sehat Umat Islam Soloraya dimulai dari Lapangan Kota Barat.

Sebelum memulai jalan sehat, panita lebih dulu menggelar sesi orasi. Sejumlah orang yang dipanggil ustadz maupun ustadzah naik ke panggung untuk melakukan orasi, termasuk penyanyi sekaligus bintang film di era 1980-an, Neno Warisman yang diketahui aktif mengikuti gerakan #2019GantiPresiden.

Setelah itu, mereka mempersilakan para peserta melakukan jalan sehat mengitari Kota Solo. Peserta salah satunya dilewatkan Jalan Slamet Riyadi yang pada saat itu sedang tidak dipakai untuk kegiatan CFD.

Sebagian besar peserta jalan sehat memakai kaus warna putih bertuliskan #2019GantiPresiden. Bukan hanya orang dewasa, para peserta jalan sehat yang masih berusia remaja dan anak-anak juga mengenakan kaus serupa. [ipk]

Bagikan Ini :