telusur.co.id – Melambungnya nilai mata uang Dolar hingga Rp 14.400 rupiah berdampak besar pada perekonomian.

Menyikapi hal itu anggota Komisi XI DPR RI, Jhony G Plate mengatakan, kenaikan itu masih dalam batas kewajaran. Namun, Pemerintah harus tetap mencari jalan keluar agar nilai tukar rupiah terhadap dolar kembali stabil.

“Kita tidak perlu terlalu panik,” ucap dia kepada wartawan, Selasa (3/7/18).

Saat ini, menurut politikus asal Partai Nasional Demokrat (NasDem) asumsi makro pemerintah yang hanya mencapai Rp 14.000 rupiah dengan kenaikan itu dipastikan akan mempengaruhi anggaran negara.

“Apabila melihat yeld of yeld (yoy) rupiah masih berada di range-nya, akan tetapi harus tetap waspada karena diluar kendali domestik seperti kenaikan harga minyak dunia,” ungkap dia.

Oleh sebab itu, lanjut Jhony, perlu ada payung hukum dalam sektor makro, sebagai pelindung kebijakan perekonomian, dan dalam memberi subsidi harus tepat sasaran.

“Yang harus dilakukan, Subsidi harus tepat sasaran. Bukan hanya untuk BBM tapi juga subsidi yang lain. Misalnya subsidi keredit usaha rakyat yang harus lebih tepat sasarannya. Jangan berpusat pada salah satu sentra wilayah saja tapi lebih merata. Kalau itu dilakukan itu bisa untuk mengatasi,” ungkapnya.[far]

Bagikan Ini :