foto: net

telusur.co.id – Mantan Komisioner KPU Hadar N. Gumay membantah usahanya melakukan gugatan Presidential treshold (Preshold) mendukung capres tertentu dalam Pilpres 2019.

Menurut dia, langkah itu dilakukan agar demokrasi di Indonesia semakin bertambah baik.

“Apa yang kami lakukan ini tidak ada kaitannya dengan calon atau parpol-parpol tertentu. Ini benar-benar nyata tentang sistim pemilihan presiden,” ungkapnya di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (3/7/18).

Dijelaskan Hadar, penerapan preshold 20 persen akan mempersulit partai-partai peserta pemilu mengusung calon presiden dan wakil presiden. Apalagi, melihat situasi saat ini belum ada yang mampu membentuk kolaisi mengusung capres dan cawapres.

“Kenapa sih ada nama yang ingin maju, sudah mendaklarasikan kemudian dia tidak bisa. Karena memang pasal 222 ini sudah mengatakan yang bisa mencalonkan adalah partai gabungan dari pemilu 2014,” ucap dia .

“Ini menunjukan sangat jelas kalau presiden threshold ini sangat menyulitkan. Apa kita mau seperti ini,” tambah dia.[far]

Bagikan Ini :