telusur.co.id- Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, memastikan, partainya akan selalu siap menerima jika uji materi Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pemilu diterima ataupun ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal tersebut disampaikannya terkait saran MK kepada para pemohon uji materi pasal ambang batas calon presiden dan calon wakil presiden dalam UU Pemilu, agar menemukan alasan baru terkait gugatan.

“PAN telah siap, apakah presidential threshold tetap 20% atau direvisi,” kata Yoga kepada telusur.co.id, Selasa (3/7/18).

Wakil Ketua Komisi IV DPR ini menyarankan agar para pemohon mengikuti arahan MK tersebut. Jika lembaga yang dipimpin oleh Anwar Usman ini nantinya menolak gugatan, maka harus ditaati. Diharapkan, tidak lagi melakukan uji materi hingga menemukan alasan Konstitusional baru terkait perkara.

“PAN tidak mempermasalahkan apakah MK meloloskan uji materi atau tidak. Apapun keputusan MK, PAN akan menaati karena keputusan MK bersifat final dan mengikat,” tukas dia.

Seperti diwartakan, sejumlah aktivis, akademisi, pegiat demokrasi dan tokoh masyarakat menggugat UU Pemilu No 7/2017 ke MK. Mereka keberatan atas Pasal 222 UU Pemilu tentang ambang batas capres.

Nama-nama par penggugat diantaranya Busyro Muqoddas, Chatib Basri, Faisal Basri, Hadar N. Gumay, Bambang Widjojanto, Rocky Gerung, Robertus Robet, Feri Amsari, Angga Dwimas Sasongko, Dahnil Anzar Simanjuntak, Titi Anggraini, dan Hasan Yahya.[far]

Bagikan Ini :