Prabowo dan Anies/Net

telusur.co.id – Partai Gerindra menghormati wacana pengusungan nama Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden untuk melawan Joko Widodo (Jokowi).

Ketua DPP Gerindra, Nizar Zahro, mengatakan, sebelum ditetapkan, oleh koalisi partai, maka sah-sah saja nama siapapun digulirkan untuk menjadi capres-cawapres.

“Itu kan wacana. Ada yang minta Anies jadi capres-cawapres, tapi tetap harus ada pengusungnya. Jadi teman-teman bersabar aja,” kata Nizar di Kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (3/7/18).

Menurut Nizar, Gerindra tidak akan berubah dalam mengusung nama capres yaitu Prabowo Subianto. Terkait, nama cawapres, partai berlambang kepala burung Garuda, menyerahkan sepenuhnya ke partai koalisi.

Sebab, dalam mengusung kandidat, Gerindra tak bisa sendirian. Sesuai yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu pada pasal 222 tentang ambang batas capres dan cawapres yaitu harus memenuhi memenuhi 20 persen Presidential Threshold (PT).

“Kita harus sepakat apakah calon dari Prabowo atau dari PKS? Tapi pada prinsipnya Gerindra sudah paham. Pada prinsipnya koalisi kita cukup 20 persen suara. Kalau ada kesekapatan yang sama dan ide gagasan sama itu tidak menutup kemungkinan,” tukas dia.[far]

Bagikan Ini :