TGB dan Jokowi/Net

telusur.co.id – Dukungan yang diberikan Gubernur Nusa Tenggara Barat, yang juga politikus Partai Demokrat, Muhammad Zainul Majdi kepada Presiden Joko Widodo mendapat tanggapan beragam dari warganet.

Tanggapan positif dan negatif pun mewarnai kabar politikus yang karib disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu mendukung Jokowi menjadi Presiden RI dua periode.

Salah satunya Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Rustam Ibrahim. Menurutnya, pandangan Tuan Guru Bajang sebagai seorang ulama sangat beda dengan mereka yang ingin ganti Presiden.

Ternyata pandangan Tuan Guru Bajang (TGB), seorang ulama yang menjadi Gubernur NTB sangat beda dengan mereka yang ingin ganti Presiden. Menurut TGB Jokowi tidak cukup jadi Presiden 5 tahun, karena Jokowi tipe pemimpin pekerja keras dan sangat perhtaian bagi NTB,” tulis @RustamIbrahim.

Kabar dukungan TGB pada Jokowi pun tak luput dari perhatian akun gosip artis Indonesia, @makLambeTurah.

Menurut akun anonim itu, pendukung gerakan #2019GantiPresiden kejang-kejang dengar kabar TGB dukung Jokowi.

Pendukung #2019gantipresiden Mendadak Kejang Kejang, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi Berubah Pikiran & Dukung Jokowi 2 Periode,” tulis @makLambeTurah.

Sementara itu, warganet yang lain menilai TGB telah ‘masuk angin’ dengan mendukung Jokowi, yang selama ini dianggap atau dinilai sebagai sosok yang anti Islam. Dia pun mengaku kecewa dengan keputusan TGB mendukung Jokowi dua periode.

TGB Masuk angin….. Dulu sempet Terpesona. Sekarang Ora Tak Gaga’s…. Pret bong,” @MbahMangir.

Sebelumnya, TGB menilai Jokowi layak maju kembali sebagai Presiden di Pilpres 2019. Meski tidak secara gambalang menyebut mendukung Jokowi dua periode. Namun apa yang disampaikan TGB mengesankan dirinya mendukung Jokowi.

“Suatu transfromasi enggak cukup hanya 5 tahun, ketika periodisasi maksimal 10 tahun. Saya rasa sangat fair kita beri kesempatan beliau untuk kembali melanjutkan,” kata TGB saat berkunjung ke redaksi salah satu media massa nasional, di Jakarta, Selasa (3/7/18).

Meskipun Jokowi kalah telak di NTB pada Pilpres 2014 lalu, namun kata TGB, Provinsi NTB justru menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian besar dari Jokowi. TGB mengatakan, total sudah 8 kali Jokowi berkunjung ke NTB.

“8 Kali beliau ke NTB. Ini artinya beliau melihat di NTB ada gerak pembangunan kerja nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Saya melihat beliau mau mengapresiasi orang-orang yang bekerja.”

Salah satu bukti yaitu diresmikannya Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok, yang digadang sebagai The Next Nusa Dua.

“Saat bertemu beliau pertama kali, saya katakan ke Pak Jokowi, saya dulu Ketua Pemenangan Prabowo di NTB Pak. Tapi beliau katakan, sudah lupakan lah,” kata TGB.

Menurutnya, Jokowi sangat objektif dan menganggap seluruh daerah di Indonesia mempunyai hak sama mendapatkan pembangunan.

“Beliau berusaha objektif dan melihat potensi di segala sudut daerah di Indonesia untuk bisa beliau fasilitasi, beliau orang yang sangat konsern bekerja,” kata dia.

TGB sendiri mengaku cukup dekat dengan Jokowi. Terlebih, selama ini namanya kerap masuk dalam bursa calon wakil presiden (Cawapres) pada Pilpres 2019.

Nama Zainul Majdi atau yang lebih akrab disapa dengan nama Tuan Guru Bajang (TGB) menjadi salah satu figur yang masuk dalam bursa cawapres Jokowi.

Pada survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, dari bursa cawapres berlatar belakang Islam, ada dua nama yang berpeluang dibanding tokoh yang lain. Mereka adalah Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi (TGB).

Dalam survei tersebut Cak Imin memiliki popularitas sebesar 32,4 persen. Sementara TGB popularitasnya mencapai 13,9 persen. [ipk]

Bagikan Ini :