telusur.co.id – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah memberi perhatian yang sama antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Diharapkan tidak ada perbedaan perlakuan antara PTN dan PNS, karena keduanya memiliki peran penting dalam membangun manusia Indonesia.

“Keberadaan PTN saat ini belum mampu menampung besarnya jumlah anak bangsa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Sambil membenahi PTN agar daya tampungnya bisa dimaksimalkan, pemerintah melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi harus memberi perhatian kepada PTS yang sudah lama berdiri. Sehingga, anak-anak kita yang belum tertampung di PTN masih bisa melanjutkan pendidikan tingginya di PTS,” ujar Bamsoet saat menerima Jajaran Rektorat Universitas Ibnu Chaldun di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Rabu (04/07/18).

Jajaran rektorat yang hadir antara lain Prof. Dr. Musni Umar, SH, M.Si, Ph.D (Rektor), Dr. Gamari Sutrisno, M.PS (Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Luar Negeri), Siti Aminah Amahoru. S.S M.I.Kom (Kepala Staff Rektorat), dan H. Edy Haryanto (Ketua Umum Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun).

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, DPR RI setiap tahunnya senantiasa menganggarkan dana pendidikan sebesar 20 persen dari APBN sesuai amanah UUD 1945. Di APBN 2017 jumlahnya mencapai 416,1 triliun. Meningkat di APBN 2018 menjadi 444,1 triliun. Besarnya anggaran ini tidak boleh digunakan secara sembarangan, harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk memajukan kualitas pendidikan.

“Besarnya anggaran tadi dibagi ke berbagai sektor pendidikan. Saya harap pembagian tersebut tidak melupakan keberadaan potensi PTS yang telah mendidik anak-anak bangsa sehingga bisa memperoleh ilmu pengetahuan.”

Jangan sampai karena sarana dan prasarana pendidikannya tidak diperhatikan oleh negara, PTS menjadi mati suri. Efeknya tentu saja akan berimbas kepada kualitas anak-anak bangsa kita yang tak bisa mengakses pendidikan tinggi.

Selain membahas kondisi pendidikan, dalam pertemuan tersebut juga dibahas berbagai kondisi terkini, baik di bidang ekonomi maupun sosial politik. Di bidang ekonomi, misalnya, menghadapi amukan dolar yang semakin ganas, Bamsoet menghimbau warga yang memiliki dolar bisa melepasnya ke pasar. Selain menguntungkan bagi pemilik dolar, dampak bagi perekonomian juga akan positif karena pasokan dolar AS di pasar valas akan meningkat.

“Beberapa hari lalu saya sudah bertemu Gubernur Bank Indonesia dan jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk mengantisipasi amukan dolar. Selain mendorong pemerintah menggenjot sektor rill, saya juga menghimbau agar warga yang memiliki banyak dolar AS bisa melepasnya ke publik,” ujar Bamsoet. (ham)

Bagikan Ini :