telusur.co.id – Komisi Konsumen Singapura telah mengajukan denda keuangan kepada Grab dan Uber, karena Uber dan Grab melakukan transaksi meskipun telah mengantisipasi potensi kekhawatiran persaingan. “Yang mengarah ke persaingan yang lebih rendah di sektor ini di Singapura,” kata Komisi Konsumen Singapura dilansir reuters.com.

Komisi juga mengatakan pada hari Kamis bahwa penggabungan Grab dan Uber telah secara substansial mengurangi persaingan dalam bisnis angkutan naik. Di negara-kota dan mengusulkan untuk menjatuhkan sanksi keuangan pada kedua pihak.

Uber menjual bisnisnya di Asia Tenggara ke Grab, pesaing lokal yang lebih besar, menandai retret kedua perusahaan AS dari pasar Asia. Uber menerima taruhan di Grab sebagai balasannya.

Sebelumnya, kesepakatan Grab dan Uber ditengarai melanggar Undang-undang Persaingan Usaha di Singapura. Setidaknya begitu menurut analisa sementara Competition Commission of Singapore (CCS), sebagai lembaga yang berwenang.

“Kami sedang memeriksa kesepakatan itu. Ada alasan rasional kesepakatan itu melanggar pasal 54 UU Persaingan Usaha Singapura,” kata perwakilan lembaga. Menanggapi hal ini, Kepala Grab Singapura, Lim Kell Jay mengatakan, pihaknya sudah memelajari dan menganalisis persoalan terkait legalitas huku, sebelum sepakat membeli Uber. (ham)

Bagikan Ini :