Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon/Net

telusur.co.id – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan kejadian yang menimpah KM Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan harus jadi perhatian pemerintah untuk segera benahi sektor transportasi laut.

Pembangunan poros maritim yang kerap dibanggakan, faktanya masih belum memberikan jaminan keamanan memadai untuk transportasi kapal penumpang. “Artinya, bisa jadi poros maritim selama ini hanya jargon saja. Tidak dirancang dan dikerjakan secara serius,” kritik Fadli kepada wartawan, Kamis.

Sebagai negara kepulauan, sudah semestinya perhatian terhadap jaminan keselamatan kapal penumpang, menjadi prioritas pemerintah. Jangan hanya fokus pada transportasi darat dan pembangunan jalan tol. Perlu dipikirkan secara serius pelayanan transportasi air, baik laut, danau, dan sungai.

Kejadian kali ini seharusnya bisa dihindari jika pemerintah melihat angka kecelakaan laut yang trennya meningkat. Data KNKT mencatat pada 2014, ada 7 kecelakaan kapal laut. Angka ini bahkan terus meningkat. Pada 2015 ada 11 kecelakaan, 2016 ada 18 kecelakaan, dan 2017 ada 34 kecelakaan. Ini bukan perkembangan baik.

Peningkatan jumlah kecelakaan, mengesankan seperti adanya pembiaran yang cukup lama pada keselamatan dan keamanan kapal penumpang.

“Ironisnya, meski angka kecelakaan meningkat, tak ada perhatian terhadap peningkatan transportasi air. Fokus pemerintah justru lebih pada pembangunan transportasi darat, seperti jalan tol, yang mudah terlihat dan populer.”

Dengan kejadian ini, Kementerian Perhubungan perlu dan harus segera membenahi penataan sistem dan infrastruktur transportasi laut. Begitupun dengan sistem pengawasan terhadap kondisi sarana kapal yang wajib taat prosedur.

Dalam kasus KM Sinar Bangun kemarin, misalnya, bagaimana bisa kapal yang tak memiliki manifes diizinkan berlayar? Itu semua menunjukkan pengawasan sektor transportasi laut memang sangat minim.

“Pemerintah juga harus memberantas praktik pungli. Terutama dalam perizinan berlayar. Sebab harus diakui, meski belum ada data pasti perihal besarannya, pungli di sektor transportasi laut cukup besar. Kalau ini tak ditangani, besar kemungkinan kejadian yang sama terulang. Sebagai negara maritim besar dan mayoritas wilayah adalah lautan, tentu memalukan kalau transportasi airnya tidak aman.”

“Kecelakaan KM Lestari Maju harus menjadi yang terakhir. Peristiwa ini harus menjadi momentum bagi pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, untuk menata dan memperbaiki sistem dan infrastruktur transportasi air Indonesia lebih serius. Jangan sekedar jargon. Pemerintah juga jangan terus menerus mengurusi jalan tol, tapi mengabaikan transportasi lainnya. Kita berharap kecelakaan serupa tidak terulang kedepannya,” tandasnya. (ham)

Bagikan Ini :