Nasir Djamil/telusur.co.id

telusur.co.id – Partai Keadilan Sejahtera menolak dengan tegas wacana pencalonan Anies Rasyid Baswedan maju di Pilpres 2019.

Penolakan itu disampaikan Ketua DPP PKS, Nasir Djamil. Ia menilai Anies masih terikat kontrak sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta, sehingga kurang tepat bila maju dalam kontestasi kembali.

“Anies Baswedan terikat janji dan kontrak kalau akan mengurus DKI selama 5 tahun. Jadi rasanya kalau maju ke pilpres orang akan mempertanyakan,” kata Nasir saat dihubungi wartawan, Kamis (5/7).

Disampaikan Nasir, PKS memiliki sembilan kader yang sudah disiapkan untuk Pilpres 2019. “Saya sebagai kader PKS juga menyayangkan kenapa ada barang sendiri lalu kami jual barang orang? Kami punya barang sembilan. Tapi kenapa kami menyebut barang orang,” kata dia.

Diketahui, Jusuf Kalla dan Anies kembali sama-sama berada dalam satu mobil dalam melaksanakan aktivitas mereka.

Keduanya berangkat bersama untuk menghadiri acara halal bihalal Pengurus Pusat Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Pasca itu, muncul kabar jika JK sedang menyiapkan Anies Baswedan untuk maju di Pilpres 2019.

Bahkan, pengamat politik yang juga Direktur Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menduga JK sedang menyiapkan duet Anies dengan anak Ketum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Saya menduga justru Jusuf Kalla sedang mempersiapkan Anies Baswedan. Ini dugaan saya. Tapi publik kesannya (melihat) Pak JK yang mau maju,” kata Karyono Wibowo, kepada wartawan, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (5/7/18).

Meski dirinya menilai duet Anies-AHY bagus, namun ia memiliki keyakinan jika pasangan tersebut tidak akan mungkin bisa mengalahkan petahana Joko Widodo di Pilpres 2019.

“Jokowi dipasangkan dengan siapapun pasti menang, dipasangkan dengan BG (Budi Gunawan, Kepala BIN) pasti menang. Dipasangkan dengan Puan (kader PDIP, Puan Maharani) juga pasti menang,” kata dia.

PKS sendiri ‘menyediakan’ sembilan nama untuk berlaga di Pilpres 2019. Adapun kesembilan nama itu yakni; Ahmad Heryawan (Aher), Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Sohibul Iman, Salim Segaf Al Jufri, Tifatul Sembiring, Muzzamil Yusuf, dan Mardani Ali Sera. [ipk]

Bagikan Ini :