telusur.co.id – Sebuah akun media sosial Instagram yang mengatas namakan relawan TGB (Tuan Guru Bajang) menyampaikan bantahan jika Gubernur Nusa Tenggara Barat itu mendukung Presiden Joko Widodo, untuk kembali menjadi Presiden RI di Pilpres 2019.

Melalui sebuah pernyataan sikap, relawan TGBest menegaskan jika tidak ada pernyataan dari pemilik nama Muhammad Zainul Majdi itu yang mendukung Jokowi.

“TGB berkata ‘Suatu transformasi enggak cukup hanya lima tahun, ketika periodisasi maksimal 10 tahun. Saya rasa sangat fair kita beri kesempatan Beliau untuk kembali melanjutkan’. Belum jelas kata ‘beliau’ itu di tunjukan kepada Jokowi,” demikian salah satu poin pernyataan sikap Relawan TGB, yang diunggah akun @tgbest_official, yang terpantau telusur.co.id, Jumat (6/7/18).

TGB, kata mereka, adalah seorang Ulama, yang jelas keilmuannya dan jelas pula Nasabnya. Oleh karena itu mari tetap ber-khusnudzon.

Kendati demikian, pihaknya memandang ada keuntungan dari berita yang di keluarkan soal TGB dukung Jokowi, yakni naiknya elektabilitas Gubernur NTB dua periode itu.

“TGB selalu memandang sisi baik dari seseorang, beliau lebih senang melihat kebaikan seseorang dari pada keburukan seseorang.”

Penentuan calon Presiden dan Wakil Presiden pada bulan Agustus, pihaknya mengajak seluruh umat muslim untuk berdo’a agar di berikan pemimpin yang terbaik.

“PA 212, Aa Gym, UAS, UAH, dan ustad-ustad lainnya tetap mendukung TGB. Mari kita tunggu Komando Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Muhammad Rizieq Syihab,” kata Relawan TGBest.

Assalamulaikum warrahmatullahi wabarakatuh Menanggapi berita yang di keluar kan oleh sebuah media berita swasta tentang dukungan TGB kepada jokowi, berikut tanggapan relawan TGBest 1. Tidak ada statement TGB yang mengatakan mendukung Presiden Jokowi. TGB berkata "Suatu transformasi enggak cukup hanya lima tahun, ketika periodisasi maksimal 10 tahun. Saya rasa sangat fair kita beri kesempatan Beliau untuk kembali melanjutkan," (sc: liputan 6) Belum jelas kata "Beliau" itu di tunjukan kepada Jokowi. 2. TGB adalah seorang Ulama, yang jelas keilmuannya dan jelas pula Nasabnya. Oleh karena itu mari tetap ber-Khusnudzon 3. Ada keuntungan dari berita yang di keluar kan LP6, keuntungan naiknya Elektabilitas TGB. 4. TGB selalu memandang sisi baik dari seseorang, beliau lebih senang melihat kebaikan seseorang dari pada keburukan seseorang. 5. Penentuan Calon Presiden dan Wakil Presiden pada bulan agustus, mari berdo'a agar di berikan pemimpin yang terbaik. 6. PA 212, Aa Gym, UAS, UAH, dan ustad-ustad lainnya tetap mendukung TGB. 7. Mari kita tunggu Komando Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Muhammad Rizieq Syihab. Sekian Klarifikasi atau tanggapan dari Relawan TGBest, untuk itu, kami menghimbau untuk tetap berdo'a dan tidak terprovokasi dengan berita-berita yang belum jelas kebenarannya. Wallahu'alam bishawab… Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hormat kami Dewan Pengurus Relawan TGBest ( Tuan Guru Bajang Elok Santun Terpercaya).

A post shared by Tuan Guru Bajang (TGB) (@tgbest_official) on

Sebelumnya, TGB menilai Jokowi layak maju kembali sebagai Presiden di Pilpres 2019. Meski tidak secara gambalang menyebut mendukung Jokowi dua periode. Namun apa yang disampaikan TGB mengesankan dirinya mendukung Jokowi.

“Suatu transfromasi enggak cukup hanya 5 tahun, ketika periodisasi maksimal 10 tahun. Saya rasa sangat fair kita beri kesempatan beliau untuk kembali melanjutkan,” kata TGB saat berkunjung ke redaksi salah satu media massa nasional, di Jakarta, Selasa (3/7/18).

Meskipun Jokowi kalah telak di NTB pada Pilpres 2014 lalu, namun kata TGB, Provinsi NTB justru menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian besar dari Jokowi. TGB mengatakan, total sudah 8 kali Jokowi berkunjung ke NTB.

“Delapan Kali beliau ke NTB. Ini artinya beliau melihat di NTB ada gerak pembangunan kerja nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Saya melihat beliau mau mengapresiasi orang-orang yang bekerja.”

Salah satu bukti yaitu diresmikannya Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok, yang digadang sebagai The Next Nusa Dua.

“Saat bertemu beliau pertama kali, saya katakan ke Pak Jokowi, saya dulu Ketua Pemenangan Prabowo di NTB Pak. Tapi beliau katakan, sudah lupakan lah,” kata TGB.

Menurutnya, Jokowi sangat objektif dan menganggap seluruh daerah di Indonesia mempunyai hak sama mendapatkan pembangunan.

“Beliau berusaha objektif dan melihat potensi di segala sudut daerah di Indonesia untuk bisa beliau fasilitasi, beliau orang yang sangat konsern bekerja,” kata dia.

TGB sendiri mengaku cukup dekat dengan Jokowi. Terlebih, selama ini namanya kerap masuk dalam bursa calon wakil presiden (Cawapres) pada Pilpres 2019.

Nama Zainul Majdi atau yang lebih akrab disapa dengan nama Tuan Guru Bajang (TGB) menjadi salah satu figur yang masuk dalam bursa cawapres Jokowi.

Pada survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, dari bursa cawapres berlatar belakang Islam, ada dua nama yang berpeluang dibanding tokoh yang lain. Mereka adalah Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi (TGB).

Dalam survei tersebut Cak Imin memiliki popularitas sebesar 32,4 persen. Sementara TGB popularitasnya mencapai 13,9 persen. [ipk]

Bagikan Ini :