Istimewa

telusur.co.id – Pengamat politik dari LIPI, Syamsuddin Haris menyarankan kepada Presiden Jokowi agar memilih Cawapres dari kalangan non parpol.

“Saya pikir baiknya cawapres pak Jokowi dari luar parpol,” saran Syamsuddin melalui akun twitternya, Sabtu.

Diapun memberikan penjelasan mengapa Jokowi harus memilih Cawapres di luar partai agar koalisi bisa terjaga dan bisa kompak sampai pencoblosan.

Jika memilih Cawapres dari salah satu partai pendukung pemerintah, dia mengkhawatirkan koalisi pecah dan mesin politik tidak berjalan. “Memilih salah satu dari ketum parpol sebagai Cawapres berpotensi melahirkan gesekan politik di antara mereka,” terang dia.

Seperti diketahui ada beberapa nama Cawapres yang beredar di publik dari kalangan partai politik dan non parpol. Dari kalangan partai politik ada Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, Romahurmuziy, AHY.

Sedangkan dari kalangan non parpol ada Mahfud MD, Sri Mulyani, Moeldoko, Said Aqil Siraj, Chairul Tanjung. (ham)

Bagikan Ini :