foto|bs

telusur.co.id – Brazil merupakan tim yang solid dan susah dikalahkan, untuk itu, perlu strategi mengalahkan Neymar Cs. Caranya, dengan mencetak gol lebih awal untuk meredam kebangkitan Brasil.

Dengan kemenangan 2-1, sekaligus menyingkirkan juara dunia lima kali itu dari Piala Dunia pada pertandingan yang berlangsung menegangkan di Kazan, Sabtu dini hari WIB.

Belgia mengubur mimpi Brasil untuk menyabet juara dunia keenam kalinya, dan membuka peluang melangkah lebih jauh saat berhadapan dengan Prancis di semifinal Piala Dunia pada 10 Juli mendatang.

Gol bunuh diri Fernandinho dan sepakan brilian Kevin de Bruyne mengamankan tiket empat besar bagi Belgia untuk kedua kalinya setelah 1986, dan memulangkan Brasil di fase perempat final untuk ketiga kalinya dari empat Piala Dunia terakhir.

Brazil mendominasi permainan dan menciptakan peluang demi peluang namun tidak mampu mencetak gol sampai pemain pengganti Renato Augusto menanduk umpan silang Philippe Coutinho, pada 14 menit sebelum usai.

Mendapat dukungan dari mayoritas penonton di Kazan Arena, Brasil menggempur dan berusaha menyamakan kedudukan, namun Roberto Firmino, Augusto, dan Coutinho menyia-nyiakan peluang untuk menyamakan kedudukan.

Jika gol pertama Belgia pada menit ke-13 diwarnai sedikit keberuntungan, bola masuk ke gawang setelah mengenai bahu Fernandinho dari tendangan sudut, gol kedua pada menit ke-31 merupakan contoh nyata dari serangan balik.

Romelu Lukaku mendapat bola, berbalik mencari ruang dan melaju melewati Fernandinho sebelum mengoperkan kepada De Bruyne di sisi kanannya, kemudian sang pengatur serangan menembakkan bola ke gawang dari tepi kotak penalti.

De Bruyne, yang bermain lebih ke depan dibanding pada empat pertandingan sebelumnya, menjadi jantung tim dengan mengatur transisi dari lini pertahanan kemudian menyerang dengan visi, kecepatan, dan akurasi.

Ini bukan ulangan apa yang terjadi di Belo Horizonte empat tahun silam, ketika Brazil dihancurkan 1-7 Jerman di semifinal di kandang sendiri, dan tim asuhan Tite tetap mempertahankan bentuk dan ketenangan mereka.

Kiper Belgia Thibaut Courtois, justru melakukan penyelamatan-penyelamatan dari upaya Coutinho, saat wasit Serbia Milorad Mazic tidak mengabulkan permohonan penalti dari Neymar dan Gabriel Jesus.

Brasil akhirnya mendapat ganjaran untuk upaya mereka melalui tandukan Augusto, dan Belgia memerlukan aksi Courtois menepis bola sepakan Neymar pada detik-detik terakhir untuk menyiapkan pertemuan dengan negara tetangga Prancis di St Petersburg pada Selasa. (ham)

Bagikan Ini :