AHY dan TGB/Net

telusur.co.id – Merapatnya Muhammad Zainul Majdi ke poros Joko Widodo adalah hal yang wajar.

Demikian pendapat pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago, kepada telusur.co.id, Sabtu (7/7/18).

Menurut Pangi, politikus yang karib disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu merapat ke poros Jokowi lantaran tidak mendapatkan dukungan, sebagai kandidat capres atau cawapres dari Partai Demokrat.

“Nampaknya TGB dukung Jokowi setelah nasibnya nggak jelas di Demokrat, karena ada AHY (Agus Harimurti Yudhoyono, anak Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono). Gelombangnya terhimpit AHY,” kata dia.

“Wajar, beliau (TGB) merapat ke poros Jokowi setelah nggak ada harapan jadi cawapres di poros Demokrat dan Gerindra.”

Sebelumnya, TGB menilai Jokowi layak maju kembali sebagai Presiden di Pilpres 2019. Meski tidak secara gambalang menyebut mendukung Jokowi dua periode. Namun apa yang disampaikan TGB mengesankan dirinya mendukung Jokowi.

“Suatu transfromasi nggak cukup hanya 5 tahun, ketika periodisasi maksimal 10 tahun. Saya rasa sangat fair kita beri kesempatan beliau untuk kembali melanjutkan,” kata TGB saat berkunjung ke redaksi salah satu media massa nasional, di Jakarta, Selasa (3/7/18).

Meskipun Jokowi kalah telak di NTB pada Pilpres 2014 lalu, namun kata TGB, Provinsi NTB justru menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian besar dari Jokowi. TGB mengatakan, total sudah 8 kali Jokowi berkunjung ke NTB.

“8 Kali beliau ke NTB. Ini artinya beliau melihat di NTB ada gerak pembangunan kerja nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Saya melihat beliau mau mengapresiasi orang-orang yang bekerja.”

Salah satu bukti yaitu diresmikannya Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok, yang digadang sebagai The Next Nusa Dua.

“Saat bertemu beliau pertama kali, saya katakan ke Pak Jokowi, saya dulu Ketua Pemenangan Prabowo di NTB Pak. Tapi beliau katakan, sudah lupakan lah,” kata TGB.

Menurutnya, Jokowi sangat objektif dan menganggap seluruh daerah di Indonesia mempunyai hak sama mendapatkan pembangunan.

“Beliau berusaha objektif dan melihat potensi di segala sudut daerah di Indonesia untuk bisa beliau fasilitasi, beliau orang yang sangat konsern bekerja,” kata dia.

TGB sendiri mengaku cukup dekat dengan Jokowi. Terlebih, selama ini namanya kerap masuk dalam bursa calon wakil presiden (Cawapres) pada Pilpres 2019.

Nama Zainul Majdi atau yang lebih akrab disapa dengan nama Tuan Guru Bajang (TGB) menjadi salah satu figur yang masuk dalam bursa cawapres Jokowi.

Pada survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, dari bursa cawapres berlatar belakang Islam, ada dua nama yang berpeluang dibanding tokoh yang lain. Mereka adalah Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi (TGB).

Dalam survei tersebut Cak Imin memiliki popularitas sebesar 32,4 persen. Sementara TGB popularitasnya mencapai 13,9 persen. [ipk]

Bagikan Ini :