RIzal Ramli/Net

telusur.co.id – Dukungan terhadap penghapusan ambang batas pencalonan presiden, atau Presidential Threshold (PT) sebesar 20 persen, terus berdatangan.

Kali ini, dukungan itu datang dari eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli.

Ia menilai, PT sebesar 20 persen akan melanggengkan politik dagang sapi atau politik rente.

“Karena presidential treshold 20 persen, maka buntutnya mekanisme ini untuk melanggengkan dagang sapi dengan partai-partai politik. Seperti kalau dukung Jokowi dapat apa,” kata Rizal di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (9/7/18).

Selain itu, Rizal yang digadang-gadang sebagai Capres 2019 mengatakan jika ambang batas pencalonan dapat menciptakan iklim praktik politik transaksional, dan merusak sistem demokrasi, yang akhirnya bertentangan dengan UUD 1945.

“Threshold merusak amanah demokrasi, tidak sesuai dengan UUD 45. Sebab, siapapun warga negara (Indonesia) bisa jadi presiden,” kata Rizal.

Dirinya mengatakan, seharusnya Jokowi sebagai Capres petahana tidak perlu takut dengan banyaknya capres yang bermunculan apabila ambang batas pencalonan menjadi nol persen.

Sebab, akan banyak pula calon yang berguguran karena kalah melawan petahana.

“Jadi, Pak Jokowi tidak usah pusing, sehingga tidak perlu dagang sapi. Pak Jokowi tidak usah takut, Pak Jokowi pasti masuk top two,” kata RR.

Menurutnya, jika pun nantinya Jokowi kalah di Pilpres 2019, maka hal itu sudah menjadi keinginan rakyat Indonesia.

“Kalau nanti tahap berikutnya kalah, berarti rakyat ingin perubahan,” kata dia. [ipk]

Bagikan Ini :