Saleh Partaonan Daulay (tengah)/telusur.co.id

telusur.co.id – Wacana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung Anies Rasyid Baswedan sebagai Calon Presiden (Capres) 2019, memperlihatkan Partai itu seolah mau melepaskan diri dari koalisi dengan Partai Gerindra.

Begitu disampaikan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay kepada telusur.co.id, Senin (9/7/18).

“Penyebutan nama Anies dalam dukungan PKS diharapkan bukan strategi keluar dari lingkaran Prabowo,” ujarnya.

Menurut Saleh, dicatutnya nama Gubernur DKI Jakarta itu lantaran Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto kerap membuka peluang nama cawapres diluar kader yang disodorkan PKS.

“PKS kan menginginkan dan mematok agar kadernya yang menjadi cawapres,” ungkapnya.

Harusnya, dikatakan Wakil Ketua Komisi IX DPR, PKS menguatkan koalisi lebih dulu. Sebab,  dalam mengajukan calon presiden dan wakil presiden memerlukan dukungan atau memenuhi 20 persen Parlemen Threshold.

“Kalau pakai presidential threshold, PKS tidak bisa sendiri. PKS masih memerlukan partai lain. Karena itu, dukungan tersebut pun masih tentu harus di dialogkan dengan partai-partai lain,” tutup dia.[far]

Bagikan Ini :