Ratna Sarumpaet/Net

telusur.co.id – Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet mengakui jika istilah ‘kecebong’ dan ‘kampret’ tidak pantas digunakan.

Ratna sendiri mengaku menjadi korban yang paling banyak di-bully. Meski demikian, dirinya mengaku tidak marah.

“Itu sudah nggak pantas, apalagi kita kelas mahasiswa intelektual. Kalau kaya gitu jadi kelihatan bodoh,” kata Ratna di Taman Pandang, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (8/7/18).

Ratna mengaku tidak terlalu menyoroti adanya istilah ‘cebong-kampret’ di masyarakat. Baginya, dengan adanya hal itu menunjukan kalau masyarakat Indonesia saat ini masih di tahap yang terlalu awal untuk menghormati demokrasi.

“Konten itu juga mengartikan kita belum mampu berdemokrasi dengan baik,” kata Ratna.

Sebelumnya, K.H. Abdullah Gymnastiar atau yang populer dengan panggilan Aa Gym meminta masyarakat tidak menyebut orang dengan gelar yang buruk, termasuk memanggil ‘kecebong’ atau ‘kampret’.

“Jangan panggil gelaran yang buruk. Satu panggil kecebong, satu panggil kampret,” kata Aa Gym dalam acara Kajian Tauhid, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (8/7/18). [ipk]

Bagikan Ini :