telusur.co.id

telusur.co.id – Indonesia memiliki banyak Taman Nasional. Salah satunya, Wakatobi yang terletak di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Soal keindahan dalam laut Taman Nasional ini tak perlu diragukan lagi. Bagaimana tidak, 90 persen jenis karang yang ada di dunia terdapat di sini.

Bahkan, lebih dari 942 spesies ikan hidup di Taman Nasional Lauit (TNL) yang diresmikan pada tahun 1996 itu.

Kekayaan hayati yang melimpah itu pun telah menggerakkan Word Wildlife Fund (WWF) untuk turun tangan dalam upaya pengelolaan dan pelestarian alam Wakatobi.

Pantai Wakatobi sendiri, banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, seperi dari Australia, Malaysia, Singapura Jepang, Inggris, Jerman, dan negara Eropa lainnya.

Jadi, pantas rasanya jika Wakatobi dielu-elukan sebagai destinasi wisata bahari terbaik, di Indonesia dan juga dunia.

Namun perlu Anda ketahui, Taman Nasional Wakatobi terdiri dari empat pulau besar, yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko yang berada di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Tomia, Wakatobi/telusur.co.id

Untuk sampai ke lokasi Taman Nasional Wakatobi, sebaiknya melalui Bau-bau, kemudian ke Lasalimu menggunakan kendaraan roda empat dengan waktu tempuh sekitar dua jam.

Selanjunya, ke Pulau Wangi wangi-Wanci, Ibu Kota Kabupaten Wakatobi, perjalanan ditempuh menggunakan kapal laut dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan. Pulau ini merupakan pintu gerbang Taman Nasional Wakatobi.

Sedangkan untuk ke Pulau Kaledupa; Dari Wangi-Wangi menuju Pulau Kaledupa dengan sebuah kapal pinisi.

Untuk ke Pulau Hoga; Dari Pulau Kaledupa menyeberang ke Pulau Hoga perjalanan sekitar 30 menit.

Jika ingin ke Pulau Tomia; Dari Pulau Kaledupa ke Pulau Tomia perjalan sekitar 3 jam.

Dan ke Pulau Binongko; Dari Pulau Tomia ke Pulau Binongko. dengan perahu cepat sekitar 1 jam.

Soal makanan, utamanya seafood, Wakatobi nggak kalah dari Jepang. Ada beberapa makanan seafood mentah yang menjadi andalan masyarakat Wakatobi, seperti Topulu atau teripang; Rumput laut atau lawi-lawi; Fangngaro atau kerang; Perangi atau sashimi; Ne’e atau bulu babi hitam; Kukure atau bulu babi cokelat; dan Gurita. [ipk]

Bagikan Ini :