telusur.co.id- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan meninggalkan koalisi dengan Gerindra jika kadernya tak dipilih Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden.

Demikian disampaikan anggota Majelis Syuro PKS Tifatul Sembiring di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/7/18).

“Cawapres (Prabowo) harus dari PKS. Kami enggak mau jadi penggembira dalam pilpres ini,” ujar Tifatul.

Pernyataan Tifatul ini terkait dengan banyaknya kader partai ingin menjadi pendamping Prabowo. Misalnya, PAN mengusulkan nama ketua umumnya Zulkifli Hasan, Demokrat menyodor nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Tifatul menjelaskan, alasan PKS meminta jatah ini lantaran partai lain sudah mendapatkan kesempatan pada Pilpres 2014 lalu.

“PAN sudah dikasih kesempatan, 2014 mereka cawapres, capres pak Prabowo. Tapi yang setia kan PKS,” kata dia.

Oleh sebab itu, sangat wajar jika PKS yang sudah setia berkoalisi dengan Gerindra meminta salah satu dari sembilan nama yang sudah disodorokan dipilih Prabowo.

“Kalau kami disuruh dukung-dukung saja, mungkin nggak? Mungkin kami lebih baik jalan masing-masing,” kata dia.[Ipk]

Bagikan Ini :