telusur.co.id – Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan menilai, situasi Pilpres kali ini masih belum memanas. Pasalnya, dua calon Presiden belum menentukan siapa yang akan menjadi pendampingnya.

Menurut dia, situasi menegangkan akan terjadi pada saat detik-detik menjelang penutupan pendaftaran Capres 10 Agustus 2018.

“Sebab keduanya akan mengumumkan pendampingnya sebagai cawapres,” ucapdi di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/18).

Tak hanya itu, dirinya juga meyakini usai pendaftaran situasi akan bertambah panas, lantaran semua media sudah tentu memberitakan lebih jauh lagi.

“Saya yakin situasi politik di Indonesia akan rusuh,” imbuh dia.

Terkait apakah Demokrat di 2019 akan mengambil langkah mengusung atau dukung calon, Hinca menegaskan bahwa partainya akan mengambil peran berbeda dengan 2014 lalu.

“Waktu di 2014 kan Pak SBY menjabat presiden RI, jadi kalau mendukung kesebelah kiri nanti akan jadi masalah kalau kanan juga sama. Mangkanya kami (Demokrat-red) menjadi partai penyeimbang,” jelas dia.[far]

Bagikan Ini :