telusur.co.id – Untuk mengatasi kebencian berbasis agama menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 Anggota ASEAN Parliamentarians for Human Rights (APHR) berkolaborasi dengan para pihak menyelenggarakan lokakarya.

Begitu disampaikan anggota kehormatan APHR Eva Kusuma Sundari dalam keterangannya, Kamis (12/7/18)

“Dalam rangka merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Eka. Para Pemangku kebijakan beserta masyarakat sipil harus bekerja sama dan merangkul masyarakat,” ujar dia.

Dijelaskan Eva, acara lokakarya memiliki tujuan mempromosikan hak kebebasan beragama dan berkeyakinan melalui sosial media.

“Pembentukan kelompok kerja sekaligus penyusunan platform ini penting agar berbagai upaya dan aksi mandiri para pihak dan pembuat kebijakan bisa konvergen dan terkonsolidasi, sehingga pesta demokrasi 2019 tidak justru membelah masyarakat akibat kampanye bermuatan SARA,” ungkap dia.

Dalam acara itu lanjut anggota DPR RI, dihadiri oleh anggota parlemen, masyarakat sipil, pemuka dan organisasi agama, ahli teknologi dan media, perwakilan partai politik serta unsur pemerintah.

“Para peserta setuju perlunya sebuah platform bersama agar nilai-nilai toleransi dan multikulturalisme di Indonesia menjadi semangat dan watak dalam pemilu 2019 selain keharusan memenuhi syarat pemilu bebas dan adil (free and fair),” terang Eva.[far]

Bagikan Ini :