Repro

telusur.co.id – Sebuah foto viral di media sosial. Dimana dalam foto itu ada anggota kepolisian Indonesia dan polisi Cina tengah berdiri bersama.

Namun, di tengah-tengah kedua polisi dari dua negara itu, ada sebuah monumen dengan tulisan kantor polisi bersama, yang tertera bendera Indonesia dan Cina.

Berdasarkan penelusuran, kantor polisi bersama itu diketahui ada di sebuah perusahaan investasi Cina yang bergerak di bidang perkebunan.

Lokasi perusahaan itu, berada di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Terkait itu, Kapolres Ketapang AKBP Sunario langsung memberikan penjelasan perihal foto yang viral di medsos tersebut, melalui sebuah video yang beredar di Youtube.

Berikut penjelasannya;

“Saya sebagai Kapolres Ketapang, saya akan mengklarifikasi tentang adanya postingan-postingan tentang Kapolres bersama yang ada di Kabupaten Ketapang. Perlu saya jelaskan semua kepada masyarakat supaya tidak terjadinya kesalahpahaman tentang hal tersebut.

Di sini pada hari ini, tanggal 12 adanya kunjungan kepolisian Shuzou dan dia juga merupakan sebuah Wali Kota Shuzou ke perusahaan PT BSM, yang mana mereka juga mengundang Polres Ketapang untuk melaksanakan kunjungan tersebut. Dan mereka meminta kerjasama pada Polres Ketapang dalam hal kepolisiannya dengan membawa contoh sebuah plakat yang untuk kerjasama nantinya. Plakat ini yang berviral di media sosial.

Sekarang plakat ini ada di Polres Ketapang, karena kesepatakan antara kedua belah pihak itu belum ada, atau kita tolak. Karena Polres Ketapang itu tidak bisa mengeluarkan kesepakatan, yang ada itu adalah melalui Mabes Porli. Dan mereka kita sarankan bahwa untuk adanya kerjasama itu melalui adanya Mabes Polri, apabila Mabes Polri setuju maka barulah adanya kesepakatan tersebut.

Dan yang beredar di media sosial seolah-olah itu sudah menjadi viral dan dimonumenkan, itu tidak. Inilah fakta dari pada plakat itu yang dikatakan viral sudah terjadi bangunan kantor polisi bersama, tidak.

Sekarang plakat ini ada di Polres Ketapang, mereka memberi contoh kita menolaknya, kita tidak membenarkan, maka plakat ini kita bawa ke Polres Ketapang, untuk kita amankan ditakutkan disalah artikan atau disaklahgunakan kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Saya mengibau kepada masyarakat Ketapang, sampai saat ini, tidak ada kantor bersama Kepolisian republik Indonesia dengan kepolisian Shuzou tidak ada. Itu perlu dipahami bersama.

Saya sebagai Kapolres, dengan adanya kunjungan mereka ke sini, dengan adanya undangan mereka ke kita dan perusahaan, kita menjelaskan.

Sekarang barang ini ada di Polres Ketapang. Kita memohon masyarakat Indonesia untuk pengertiannya supaya tida menjadi viral, atau ke mana-mana atau tidak dialihkan ke mana-mana juga.

Pada prinsipnya di Ketapang tidak ada kantor bersama antara Kepolisian Republik Indonesia atau Polres Ketapang dengan Kepolisian Shuzou.

Sekian dan terimakasih.”

[ipk]

Bagikan Ini :