foto net

telusur.co.id – Partai Amanat Nasional secara tegas membantah tudingan pihaknya ‘dibeli’ dengan uang oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Adalah Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno yang membantah tudingan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, jika PAN ‘dibeli’ Rp 500 miliar untuk memilih Sandiaga sebagai Cawapres Prabowo.

Eddy mengaku belum pernah mendengar, apalagi membahas uang Sandiaga tersebut.

“Jadi saya tidak bisa confirm cuitan itu, karena pembahasan tak pernah ada dengan PAN,” kata Eddy di rumah dinas Ketua MPR, Widya Chandra IV Nomor 16, Jakarta Selatan, Rabu malam (8/8/18).

Tudingan tersebut dikeluarkan oleh Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief lewat cuitan di media sosial Twitter, Rabu malam.

Andi menyebut Sandi menyetor PAN-PKS Rp 500 miliar untuk jadi cawapres Prabowo.

“Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres,” kata Andi kepada wartawan, sesaat lalu.

“Di luar dugaan kami ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar.”

Andi menegaskan Partai Demokrat akan fokus di pemilihan tingkat legislatif. Dia menyebut Demokrat tak ingin terjebak di koalisi yang disebutnya koalisi lumpur.

“Lebih baik kami konsentrasi pada pencalegan ketimbang masuk lumpur politik PAN, PKS dan Gerindra,” kata Andi. [ipk]

Bagikan Ini :