foto net

telusur.co.id – Aksi penolakan #2019GantiPresiden di dua wilayah Riau dan Surabaya mendapat tanggapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan aksi #2019GantiPresiden atau #2019TetapJokowi sebelum masa kampanye bentuk ekspresi warga negara dalam hal Politik.

“Itu suatu bentuk ekspresi warga negara. Jadi, dua tagar bagi KPU bentuk partisipasi politik warga ekspresi pandangan politik warga,” ucap Komisioner KPU Wahyu Setiawan kepada wartawan, Rabu (29/8/18).

Dijelaskan Wahyu KPU akan melarang jika aksi sudah melenceng dari aturan perundang-undangan dan melanggar hukum.

BACA JUGA :  Mardani: Buku #2019GantiPresiden  Untuk Bangkitkan Semangat Generasi Pelopor Perubahan

“Sepanjang dilaksanakan dengan damai dan patuh hukum. Bagi saya itu baik untuk demokrasi dinegeri ini,” ungkapnya kembali.

Sebelumnya, mantan artis era 80 hingga 90-an, Neno Warisman mendapat penolakan oleh sebagian orang lantaran Neno menjadi salah satu tamu dalam acara hastag #GantiPresiden.

Kemudian Pentolan grup band Dewa 19 , Ahmad Dhani pun mendapatkan penolakan serupa saat ingin menghadiri #GantiPresiden di Surabaya.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini