telusur.co.id- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan membantah soal tudingan Wasekjen Demokrat Andi Arief yang menyebut pihaknya malas menangani laporan dugaan mahar politik dari bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno ke PAN dan PKS terkait Pilpres 2019.

Abhan menegaskan, pihaknya sudah berkali-kali memanggil Andi, namun selalu mangkir.

“Teman-teman bisa menilai sendiri yang tidak serius mana. Kami sudah mengundang beberapa kali, tak ada respons lain. Kami sudah undang, kenapa tak datang?” kata Abhan di gedung Bawaslu, Jumat (31/8/18).

Baca juga: Bawaslu Putuskan Dugaan Mahar Politik dari Sandi ke PAN dan PKS Tak Terbukti

Abhan menerangkan soal mekanisme pelaporan ke Bawaslu dari masyarakat. Proses penanganannya ialah sejak tujuh hari sejak diketahui ada peristiwa pelanggaran pemilu.

Kemudian, Bawaslu memilik waktu tujuh hari pula untuk mengkaji dan melakukan klarifikasi terkait pelaporan itu. Jika waktu seminngu tersebut tersebut dianggap belum cukup, maka Bawaslu memberi tambahan waktu tujuh hari pula.

“Waktu kami 14 hari untuk memutuskan,” papar dia.

Abhan menyatakan, alasan Bawaslu tidak mengirim orang untuk memeriksa Andi yang berada di Lampung, karena tidak ingin ada anggapan “miring”.

“Dia (Andi) diundang di sini (Jakarta). Nanti kalau diperiksa di Lampung kenapa? Ada apa-apa lagi, ya datang saja ke sini,” tuntas dia.

Sebelumnnya, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menyebut, Bawaslu tidak serius mengungkapkan kasus dugaan mahar politik dari bakal cawapres Sandiaga mengalir ke PKS dan PAN.

“Bawaslu pemalas dan nggak serius,” ucap Andi Arief, Jumat (31/8/18). [Noor Muhammad Ikhlas Ramli]

Bagikan Ini :