Sebagian warga lombok yang mengungsi ke Kalsel/telusur.co.d-A.Juhriansyah

telusur.co.id--Sebanyak 40 warga Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang merupakan korban gempa bumi Lombok mengungsi ke kawasan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) RT. 01 Riam Kanan di Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

Warga yang terdiri dari 13 kepala keluarga ini, ditampung dirumah sanak family nya yang memang lama bermukim dikawasan yang dulunya memang lahan transmigrasi dan tiba dilokasi sejak Minggu (25/8/2018).

Menurut salah seorang pengungsi, Nurdin mengungkapkan bahwa dipilihnya Kalimantan Selatan selain karena ada sanak family juga wilayah ini aman dari ancaman akan adanya gempa bumi.

“Rata rata kami masih mengalami trauma akan terjadinya gempa bumi sehingga kami mengungsi ke Kalimantan lantaran aman dari gempa dan ada sanak family karena rumah kami di Lombok sudah hancur bahkan ada yang rata dengan tanah,” ujar Nurdin.

Nurdin menyampaikan bahwa untuk bisa mendatangi Kalimantan Selatan juga penuh pengorbanan,mereka melakukan urunan uang supaya bisa berangkat.

“Kami urunan uang supaya bisa ke sini, maklum kami ingin menghilangkan trauma apalagi kesini juga rata rata hanya membawa dua lembar pakaian yang tersisa karena saya waktu gempa besar yang dipikirkan pertama kali adalah langsung menyelamatkan anak dan isteri serta saya sendiri,” paparnya.

Sementara itu, Camat Martapura Barat, Ahmad Rabani mengungkapkan sebagian besar pengungsi asal Lombok adalah perempuan serta anak-anak dan bantuan pun sudah mengalir baik dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Banjar, Polres Banjar serta instansi lainnya.

“Kita semua ini ingin meringankan beban saudara-saudara kita asal Lombok karena mereka adalah saudara kita juga, sehingga adanya bantuan yang sudah mengalir bisa bermanfaat,” kata Ahmad Rabani.

Rabani menambahkan bahwa kondisi para pengungsi asal Lombok dalam keadaan sehat dan terus dilakukan pemantauan dan pendampingan.(Achmad Juhriansyah).

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini