Ahmad Heryawan/Net

telusur.co.id – Lantaran pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat selamat dua periode, Ahmad Hernawan atau yang karib disapa Aher dinyatakan tidak bisa menggantikan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar mengatakan, sesuai aturan, partai pengusung mengusulkan calon pengganti untuk dipilih di sidang DPRD.

Mekanisme pengisian wagub yang kosong, kata dia, telah diatur dalam Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), termasuk telah diatur syarat-syaratnya.

Mengenai mencuatnya nama Aher, Bahtiar mengatakan jika melihat ketentuan yang diatur dalam UU Pilkada, Aher tidak memenuhi syarat diajukan sebagai calon pengganti Sandiaga. Meski memang hak mengusulkan ada di tangan partai pengusung.

BACA JUGA :  Sandiaga Minta BPN Bersikap Bijak menyikapi Kabar Penangkapan Romi

“Pak Aher sudah dua kali menjadi Gubernur Jabar, sehingga tidak boleh dicalonkan lagi menjadi Wagub DKI, sebagaimana tertuang dalam Pasal 7 ayat (2) huruf n UU Nomor 10/2016,” kata Bahtiar kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (14/8), menanggapi kabar Aher akan menggantikan Sandiaga sebagai orang nomor dua di ibukota.

Dalam Pasal 7 Ayat (2), calon gubernur dan wakil gubernur, calon bupati, calon wakil bupati, calon walikota dan calon wakil walikota harus memenuhi syarat-syarat tertentu.

Dalam Pasal 7 Ayat (2) hurup o misalnya, dinyatakan belum pernah menjabat sebagai gubernur untuk calon wakil gubernur atau bupati/walikota untuk calon wakil bupati/calon wakil walikota pada daerah yang sama.

“Pasal 7 Ayat (2) hurup n menyatakan belum pernah menjabat sebagai gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota dan wakil walikota selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama untuk calon gubernur, calon wakil gubernur, calon bupati, calon wakil bupati, calon walikota dan calon wakil walikota,” kata dia.

BACA JUGA :  Banyak Yang Menyumbang, Sandi: Ini Bukti Masyarakat Ingin Perubahan

Diketahui, Sandiaga memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI. Sandiaga mundur karena menjadi cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Mundurnya Sandiaga akhirnya membuat kursi Wagub DKI saat ini tanpa penghuni.

Sejumlah nama pun muncul untuk menggantikan posisi Sandiaga, mulai dari Politisi Partai Gerindra Muhammad Taufik dan Habiburokhman, hingga nama dua politisi dari PKS yakni Mardani Ali Sera dan Ahmad Heryawan yang pernah menjabat Gubernur Jabar selama dua periode. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini