Ahmad Basarah/telusur.co.id

telusur.co.id – Wakil Ketua MPR, Ahmad basarah menegaskan, setiap tanggal 18 Agustus diperingati sebagai Hari Konstitusi. Menurut dia, adanya anggapan bahwa HUT Konstitusi juga sebagai hari lahirnya Pancasila tidak dapat dibenarkan.

Karena, pandangan itu selain tidak tepat juga telah mencampuradukkan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara.

“Faktanya, pada tanggal 18 Agustus tahun 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sama sekali tidak pernah menetapkan Pancasila sebagai dasar negara. Adapun Hari Lahir Pancasila adalah pada tanggal 1 Juni 1945 saat pidato Bung Karno tentang Pancasila diterima secara aklamasi oleh seluruh anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK),” ucap dia di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, (18/8/18).

BACA JUGA :  Ucapan Ketum PAN Soal LGBT Tidak Benar

Dijelaskan Wakil Sekretaris Jenderal (wasekjen) PDIP, pengakuan negara tanggal 18 Agustus 1945 sebagai Hari Konstitusi telah dibuktikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 tentang Hari Konstitusi.

“Konsideran menimbang huruf (a) Keppres tersebut menyebutkan pada tanggal 18 Agustus tahun 1945 PPKI telah menetapkan UUD Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” imbuh dia.

Sehingga lanjut Basarah, Hari lahir Pancasila tidak dapat digabungkan dengan kelahiran UUD Tahun 1945.

“Sebab, kedudukan Pancasila dengan UUD 1945 tidaklah sederajat, dan Pancasila lebih tinggi kedudukannya dibandingkan UUD sehingga tidak mungkin apabila Pancasila menjadi sub bagian dari UUD 1945,” kata Basarah.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini