telusur.co.id- Aksi jalan kaki atau long mach yang dilakukan sejumlah buruh dari Surabaya menuju Jakarta untuk mengantarkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon presiden, mendapat intimidasi berupa penghadangan oleh sejumlah ormas di Kendal, Jawa Tengah.

Demikian disampaikan Presiden
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, dalam Konferensi Pers di Kawasan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Selasa (7/8/18).

Menurut Iqbal, berdasarkan informasi yang diterimanya, para buruh yang long mach tersebut hampir bentrok dengan ratusan orang dari beberapa ormas di Kendal.

BACA JUGA :  Luhut Merasa Difitnah Soal Deklarasi Capres-Cawapres

“Ia benar ada intimidasi berupa penghadangan, bahkan informasi yang kami terima penghadangan ingin bentrok,” ujar dia.

“Ratusan orang dari 3 ormas tertentu, menghadang ingin bentrok,” sambungnya.

Iqbal melanjutkan, peristiwa yang tidak diinginkan itu terjadi pada hari Senin kemarin. Saat itu, masa aksi jalan kaki dari sejumlah buruh telah masuk masuk ke daerah Kendal.

Tak hanya itu, Iqbal menjelaskan, ketika para buruh sudah masuk Semarang, mereka pun mendapat penghadang dari oknum aparat berwajib.

“Jalan kaki dari Surabaya yang akan memasuki Semarang, dikepung bahkan di hadang kemudian di bawa ke kantor SPNI Jateng, baru kami nekat di kaki lagi,” ungkap dia.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini