Wasekjen DPP Demokrat Andi Arief/Net

telusur.co.id – Setelah Prabowo Subianto memutuskan mengaet Sandiaga Uno sebagai Cawapres, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief tak hanti-henti menyuarakan keluhannya, pada Ketum Gerindra yang ia juluki ‘Jenderal Kardus’.

Kali ini, Andi menyampaikan pesan soal potensi Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Menurutnya, meski Partai Demokrat menyatakan tetap mendukung Prabowo-Sandi, namun pasangan itu akan sulit menang.

Pilpres dan pemilu di Indonesia riwayat kemenangan itu ada di tiga Jawa yaitu Jabar, Jateng dan Jatim. Meski Partai Demokrat mengusung Prab-Sandi, jujur saja potensi menang di Jateng dan Jatim sangat berat,” tulis Andi di Twitter miliknya, Sabtu (11/8/18).

Andi mengatakan, saat ini elektabilitas Prabowo di Jateng dan Jatim hanya 24 persen. Sementara Gerindra saat ini elekttabilitasnya di Jateng hanya 7 persen, di Jatim 9 persen.

BACA JUGA :  Belum Tentu Ma'ruf Amin, Gusdurian Akan Pilih Calon Pemimpin Melalui Dua Proses

Entah logika-logika logistik dalam benak Prabowo, apakah bisa membuatnya menang di dua Jawa tersebut. Entahlah,” tulisnya.

Prabowo, lanjut Andi, bukan ahli strategi perang pilpres. Ia, gagal dalam dua kali peperangannya karena abai membaca dua pertempuran di Jateng dan Jatim.

Kita buktikan nanti apakah strategi kardus Sandi Uno bisa ubah pertempuran di Jatim dan Jateng atau tidak. Kami tetap dukung, meski berat.”

PAN bukan faktor di Jatim dan Jateng, PKS juga lemah di dua Jawa itu. Dua partai ini hanya akan mementingkan hidup mati keluar dari zone partai stabilo, meski PKS dapat jatah Wagub DKI. Pertanyaan dari Demokrat: Mengapa Prabowo abaikan ini semua?

BACA JUGA :  Gerindra: Komunikasi Cawapres Prabowo Masih Cair

Meski nantinya Prabowo akan menyatakan masih memiliki waktu delapan bulan lagi untuk memperbaiki elektabilitasnya di tempat-tempat tersebut, namun disampaikan Andi, Jokowi juga memiliki waktu yang sama untuk hal itu.

Kardus cuma alat yang tidak dapat mengubah semua keadaan.”

Prab-Sandi mudah-mudahan bisa keluar dari ilusi bahwa Pilpres 2019 adalah ulangan Pilkada Jakarta dimana sentimen agama akan membuat kemenangan. Cliffort Geertz sudah menulis lama bahwa fenomena agama di Jawa Timur dan Jawa Tengah punya karakteristik sendiri,” tulis Andi.

Saya skeptical dengan Prabowo-Sandi sebagai pasangan tepat yang dinanti tagar #2019GantiPresiden. Namun kami akan tetap komit ikut memperjuangkannya.” [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini