Rupiah dan Dolar/Net

telusur.co.id – Pagi tadi, mata uang Indonesia, Rupiah melemah ke level Rp 14.600 per Dolar Amerika Serikat. Bahkan di pasar spot Bloomberg, pada siang hari Rupiah tembus mencapai Rp 14.612.

Melihat situasi seperti sekarang ini, Bank Indonesia sebagai otoritas moneter langsung bertindak untuk menstabilkan mata uang tercinta.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI, Nanang Hendarsyah, BI langsung melakukan intervensi secara terukur.

Selain intervensi di spot, BI juga membuka lelang valas mulai pukul 13.00. WIB. Hal ini ditunjukan untuk menurunkan onshore foward rate.

Sementara itu, menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menjelaskan pelemahan rupiah yang terjadi hingga siang ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal, yakni anjloknya Lira Turki.

BACA JUGA :  NasDem: Kenaikan Dolar tak Berdampak Pada Ekonomi

Guna menstabilkan nilai tukar rupiah BI telah membuka lelang Foreign Exchange (FX) swap.

“Kami membuka lelang FX swap di siang ini untuk membantu mengurangi tekanan pada rupiah,” kata dia.

Mengutip data Bloomberg, pagi tadi Rupiah dibuka di level Rp 14.579 per Dolar AS atau melemah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.478 per Dolar AS. Namun, setelah pembukaan Rupiah terus melemah. Saat ini, nilai tukar menyentuh level Rp 14.612 per Dolar Paman Sam. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini