telusur.co.id- Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung mengatakan, jabatan yang disandangnya sebagai kepala BPPN karena ditunjuk presiden ke-5 RI, Megawati  Soekarnoputri.

Menurut Syafruddin, konsekuensi setiap yang diperbuat oleh Kepala BPPN ialah harus sampai laporannya kepada kepala negara, melalui Kemenkeu dan Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK).

“Saya dipanggil Ibu presiden (Megawati), ada disitu pak Boediono, pak Andi Agung dan pak Laks dan lengkap anggota KKSK, mengatakan ‘Syaf kami sudah putuskan bahwa kamu jadi ketua BPPN’,” ujar Syafruddin saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta, Kamis (23/8/18).

BACA JUGA :  Notaris Tegaskan Surat Pernyataan Sjamsul Nursalim dan BPPN, Akta Otentik

Syafruddin melanjutkan, ketika ditunjuk, dirinya langsung menanyakan ke Megawati terkait penanggung jawab Kepala BPPN.

“Saya katakan ke Ibu (Megawati), siapa atasan saya ? Ibu presiden mengatakan ‘Saya (Megawati), melalui menteri keuangan dan melalui KKSK,” terangnya.

“Jadi saya tidak mau mendengarkan siapapun juga kecuali Ibu (megawati) melalui KKSK ?,” sambung Syafrudfin.

“Iya,” jawab Syafruddin menirukan ucapan Megawati saat itu.

Syafruddin menerangkan, usai ditunjuk, dirinya langsung memita masukan dari
Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KSSK), mengenai upaya mengatasi polemik Keputusan BPPN.

“Berikan kami, saya kebijakan dasar bagaimana mengatasi putusan BPPN ini. Jadi kami melaksanakan putusan dasar itu. Karena itu lah keluar bahwa waktu itu pak Andi Agung mengatakan. ‘Oke Syaf, kita akan siapkan direktur perniagaan perbankan, kita siapkan untuk melaksanakan penanganan restrukturiasi penanganan aset kredit kita siapkan’. Tapi, kalo untuk PKPS, untuk MSAA dan sebagainya kan sudah ada. Jadi, kita akan siapkan lagi satu yang berkaitan dengan penjaminan,” ungkap Syarifudin menirukan ucapan Andi Agung.[Far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini