Ketua Banggar DPR RI, Muhammad Azis Syamsuddin/Net

telusur.co.id – Usai menjalani pemeriksaan oleh KPK, Ketua Banggar DPR RI, Muhammad Azis Syamsuddin merampungkan hasil pemeriksaan dirinya terkait kasus dugaan suap usulan dana perimbangan keuangan daerah pada R-APBN Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Azis yang diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka bekas anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat Amin Santono, bekas pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo, dan Eka Kamaluddin, mengatakan kalau dirinya dimintai keterangan soal ketiga tersangka itu.

Politikus Golkar itu menyatakan tak pernah ada usulan rancangan APBN Perubahan Tahun Anggaran 2018 dari pemerintah, termasuk soal dana perimbangan daerah. Karena itu, kata Azis, Banggar tak mengetahui soal pembahasan tersebut.

BACA JUGA :  Beredar Kabar Anggota DPR Terjaring OTT KPK

“APBNP 2018 tidak pernah diusulkan oleh pemerintah, sehingga tidak pernah dibahas di Badan Anggaran,” kata Azis di Jakarta, Selasa (28/8/18).

Eks Ketua Komisi III DPR RI itu memastikan jika tidak ada aliran uang dari Amin Santono kepada anggota dewan lainnya terkait dengan dugaan suap dana perimbangan daerah tersebut. Ia meminta agar dugaan aliran uang ditanya kepada penyidik lembaga antirasuah.

“Aliran dana nggak ada. Silakan ditanyakan ke penyidik,” kata eks Ketum KNPI itu.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo dan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat, Amin Santono. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini