telusur.co.id- Sindiran Calon Wakil Presiden Joko Widodo, KH Ma’ruf Amin yang menyebut, pilihan Prabowo Subianto yang menggandeng Sandiaga Salahuddin Uno tidak sesuai rekomendasi Ijtima ulama. mendapat tanggapan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Politikus PKS Muhammad Kholid menegaskan, jatuhnya pilihan pada Sandiaga Salahuddin Uno sebagai cawapres sesuai dengan hasil Ijtima.

Menurut dia, rekomendasi Ijtima beberapa bulan lalu dengan jelas bahwa nama Prabawo sebagai capres. dan menyarankan Prabowo untuk memilih calon pendampingnya dari hasil Ijtima.

“Kalau dikatakan ini tidak sesuai, ini tidak sepenuhnya benar karena di Ijtimak Ulama putusannya adalah Prabowo masuk di situ,” kata politikus PKS Muhammad Kholid kepada wartawan di Jakarta (13/8/18)

BACA JUGA :  Tim Jokowi-Ma'ruf Harus Waspadai Politik 'Belah Bambu'

“Walaupun yang diambil (aspirasi ulama) cuma separuhnya,” tambah dia.

Kholid menjelaskan, ketika bertarung di perhelatan Pilkada DKI 2017 lalu, Sandiaga adalah pilihan ulama. Karenanya, Kholid mengangap walaupun Ketua Majlis Syuro PKS atau UAS tak pilih, Sandiaga juga representasi dari aspirasi ulama dan umat.

Dalam rangka menuntaskan persoalan ekonomi, PKS memandang Sandiaga adalah sosok yang tepat dan mempunyai kapasitas dalam menguraikan permasalah tersebut.

“Sosok Prabowo-Sandi diperlukan untuk mengatasi permasalahan ekonomi,” kata dia.

Seperti diwartakan, cawapres Ma’ruf Amin mengomentari soal pilihan Prabowo Subianto jatuh pada Sandi. Maruf menilai, pilihan Prabowo tak dengan hasil ijtima ulama.

BACA JUGA :  Mobil Layanan Kesehatan Prabowo-Sandi Diserbu Masyarakat

“Ada sebelah sana (Koalisi Prabowo-Sandiaga), ngomongnya variasi ulama, tapi kita ijtima ulamanya tidak didengerin ,” kata Ma’ruf di Kantor DPP PPP, kemarin.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini