Dokumen Keluarga

telusur.co.id – Seorang asisten rumah tangga, Maghfiroh dipersekusi oleh majikannya. Janda dua anak itu dituduh mencuri uang Rp 1.500.000 milik PRT lainnya yang juga bekerja di tempat yang sama.

Berdasarkan keterangan adik Maghfiroh, Junaedi, kakaknya bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah EA, di Kebayoran Residence, Pondok Aren, melalui Yayasan Citra Kartini.

Namun setelah bekerja selama satu minggu, Maghfiroh mengaku tak betah, ia pun lantas meminta dipulangkan ke pihak yayasan karena sering mendapatkan perlakuan kasar.

Karena permintaannya tak didengarkan, Maghfiroh memutuskan untuk kabur.

Berdasarkan keterangan, pada 10 Agustus 2018, EA dan sejumlah orang lainnya menyambangi langsung kediaman Maghfiroh di Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, untuk menemui Maghfiroh.

Kedatangan EA pun diterima keluarganya dengan baik. Namun Maghfiroh tidak ada di rumah. Ia sedang bekerja di sebuah tempat konveksi di Ruko Permata, Parung Panjang.

BACA JUGA :  Gawat. Dua Menteri PKB Lakukan Persekusi

Tak sabar menunggu, EA meminta pada ayah Maghfiroh untuk diantar ketempat anaknya bekerja. Sampai di lokasi, EA langsung menuduh wanita 28 tahun itu sebagai pencuri, saat masih bekerja di rumahnya. Bukan hanya itu, EA pun disebut melakukan perbuatan kasar, dengan memukul dan ‘menoyor’ (mendorong kepala) Maghfiroh.

Merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan EA, Maghfiroh membantahnya. Kemudian, terjadi pemukulan dan penoyoran terhadap Maghfiroh di hadapan ayahnya.

Melihat anaknya mendapatkan perlakuan kasar, sang ayah mencoba untuk melerai sambil memperingati EA agar tidak memperlakukan Maghfiroh secara kasar.

Namun EA dan sejumlah orang lain yang bersamanya membawa Maghfiroh masuk ke dalam mobil dan membawanya pergi.

BACA JUGA :  Disayangkan, Jokowi Dorong Adanya Kekerasan
Istimewa

Tidak cukup diintimidasi, EA meminta sopirnya menghentikan kendaraannya, dan kemudian Maghfiroh dibawa ke tukang cukur dan dicukur hingga botak. Kemudian, Maghfiroh dibawa ke kediaman EA untuk dipertemukan dengan dua asisten lainnya, yang mengaku kehilangan uang dengan total Rp 1.500.000.

Pada pukul dua pagi, tanggal 11 Agustus 2018, pihak keluarga Maghfiroh dapat mendeteksi keberadaan Maghfiroh. Dan kemudian membawa pulang korban dan melakukan visum.

Istimewa

Keluarga pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Parung pada 11 Agustus 2018.

Sementara itu, pihak Yayasan Citra Kartini selaku penyalur kerja Maghfiroh belum dapat dimintai keterangan.

Kabarnya, Maghfiroh yang sudah dalam keadaan gundul pernah dibawa ke yayasan tersebut. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini