FOTO/Net

telusur.co.id- Komite Nasional Penegak Konstitusi (KNPK) memberikan penghargaan kepada belasan tokoh yang dianggap sebagai pejuang kemanusiaan. Pemberian penghargaan itu dilakukan di Gedung Joeang

Ketua KNPK Muhaimin Iskandar mengatakan, pemberian pengharagaan kepada pejuang kemanusiaan ini adalah keinginan panjang yang tertunda. Tak hanya dirinya, pemberian pengharagaan kepada para pejuang kemanusiaan ini juga keinginan presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang belum terlaksana.

“Ini keinginan Gus Dur juga. Dulu (Gus Dur) tak ada cukup waktu untuk menjelaskan kepada para elite pemerintahan tentang tuntutan pikiran kritis pada pemerintah,” kata Cak Imin Jalan Menteng Raya, Jakarta, Rabu (1/8/18).

BACA JUGA :  Cak Imin Imbau Para Aktivis Jaga TPS

Ketua Umum PKB ini menuturkan, substansi yang ingin ditonjolkan, ialah memberi dukungan dan pengakuan sosial secara formal atas keteladanan sikap dan kekuatan pemikiran mereka yang memperkuat pelaksanaan amanat konstitusi.

Ia memastikan, penghargaan ini sama sekali tidak ada kaitanya dengan agenda politik menjelang Pilpres tahun depan. Apalagi, dikaitkan dengan pendeklarasiannya sebagai calon wakil presiden.

“Ini Komite Nasional Penegak Konstitusi saya ikut mendukung sepenuhnya pejuang aktivis dari berbagai generasi,” ujarnya.

Para tokoh yang mendapat penghargaan yaitu aktivis dan sastrawan Wiji Thukul, Tokoh asal Papua They Hiyo Eluay, penyair WS Rendra, aktivis HAM Munir, pengacara Adnan Buyung, aktivis perempuan Marsinah, musisi Harry Roesli, Pakar Sosiologi Sayogyo, aktivis Amir Daulay, HJC Princen, Adi Sasono, Afnawi Noeli, mantan Jaksa Agung Baharuddin Lopa, mantan Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ahmad Taufi, dan sastrawan Pramudya Ananta Toer.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini