telusur.co.id – Pemerintah Turki mengatakan bersedia berbicara dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan perselisihan yang sedang berlangsung antara kedua sekutu NATO.

Keinginan untuk negosiasi itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu Rabu malam di Ankara ketika berbicara dengan sekelompok duta besar asing.

“Terlepas dari segalanya, kami siap untuk berbicara tentang segalanya untuk memecahkan masalah yang ada sebagai mitra yang setara,” katanya. “Saya berbicara secara terbuka tetapi hanya dengan satu syarat – tidak mengancam, tidak mendikte.”

Cavusoglu juga meminta AS untuk “mempertimbangkan kekecewaan kami” dengan kebijakan-kebijakan Amerika.

BACA JUGA :  Bisikan Pawang Bermata Turkies Bikin Gajah Menggelengkan Kepala

Pernyataan damainya datang ketika Washington mengatakan bahwa tarif atas baja dan aluminium Turki tidak terkait dengan kasus Andrew Brunson, seorang pendeta evangelis Kristen yang ditahan di Turki atas tuduhan terorisme, dan akan tetap bahkan jika dia dibebaskan.

“Tarif yang diberlakukan masih tidak akan dihapus dengan dikeluarkannya Pastor Brunson,” kata sekretaris pers Gedung Putih Sara Huckabee Sanders.

“Tarifnya khusus untuk keamanan nasional,” katanya, tanpa menyebutkan sifat masalah keamanan nasional. (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini