Presiden RI Joko Widodo/Net

telusur.co.id – Presiden Joko Widodo tidak pernah menyalahgunakan institusi TNI-Polri untuk kepentingan pribadi, keluarga maupun partainya.

Demikian ditegaskan politisi PDI Perjuangan, Charles Honoris menyikapi kritik atas seruan Jokowi agar TNI-Polri ikut mensosialisasikan keberhasilan pemerintah kepada masyarakat.

Disampaikan Charles, selama Jokowi menjabat sebagai Presiden, tidak pernah menyalahgunakan TNI-Polri.

“Pak Jokowi tidak pernah menggunakan TNI Polri sebagai centeng kekuasaannya, partainya atau bisnis pribadi dan keluarganya,” kata Charles dalam keterangan kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (25/8/18).

Charles memastikan, Jokowi tidak pernah meminta dukungan dari TNI-Polri di Pilpres 2019 mendatang. Menjadi salah, kata dia, apabila alat negara diperintahkan untuk mendukung calon tertentu dalam sebuah kontestasi politik.

Anggota Komisi Pertahanan dan Luar Negeri DPR itu mengaku heran dengan munculnya kritik atas seruan Jokowi itu.

BACA JUGA :  Panglima TNI Minta Jajarannya Jaga Netralitas di Pilpres 2019

Menurutnya, seluruh komponen bangsa, sudah seharusnya menyampaikan keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program kerja.

Apalagi, langkah tersebut bisa mengedukasi masyarakat bahwa bangsa Indonesia bisa melakukan hal-hal yang hebat dengan gotong-royong dan kerja keras.

“Saya tidak mengerti di mana salahnya apabila personel TNI/Polri diminta menyampaikan kepada masyarakat terkait pencapaian negara. Bahkan seluruh komponen bangsa harus ikut mensosialisasikan apa yang sudah menjadi keberhasilan negara.”

Dirinya yakin, TNI-Polri akan tetap netral dan profesional selama gelaran Pemilu Serentak, baik Pileg maupun Pilpres.

Diketahui, Presiden Jokowi meminta perwira TNI/Polri untuk ikut mensosialisasikan pencapaian program kerja pemerintah saat berpidato di hadapan 243 orang Sekolah Staf dan Komando TNI dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggu (Sespimti) Polri di Istana Negara.

“Berkaitan dengan program pemerintah, kerja-kerja pemerintah yang telah banyak kita lakukan. Saya titip ke seluruh perwira, juga ikut mensosialisasikan, ikut disampaikan pada momen-momen yang tepat untuk menyampaikan itu,” kata Jokowi.

BACA JUGA :  Panglima TNI Terima Tongkat Estafet Simposium

Jokowi menegaskan, bahwa yang namanya stabilitas politik, yang namanya stabilitas keamanan itu sangat penting sekali, terutama dalam melakukan pembangunan di negara yang kita cintai ini.

“Tidak mungkin investasi itu akan datang ke sebuah daerah dan ke sebuah negara apabila negara itu tidak stabil secara politik dan tidak aman. Enggak mungkin, enggak mungkin.”

Investasi, akan datang ke sebuah negara yang dilihat terlebih dahulu pasti stabilitas politik dan keamanannya. Investasi juga berkaitan dengan pembukaan lapangan kerja yang dibutuhkan oleh rakyat. Maka, jangan sampai ada yang mengganggu investasi namun didiamkan. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini