FOTO: Twitter /@Dennysiregar

teslusur.co.id- Larangan deklarasi #2019GantiPresiden di beberapa daerah, menuai pro kontra. Bahkan, ada yang beranggapan pelarangan aksi tersebut jika dibiarkan berlaru-larut tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan konflik horizontal.

Pemerhati politik Denny Siregar menyarankan agar calon presiden Prabowo Subianto menghentikan deklarasi itu agar tak meluas.

“Sebagai komitmen kebangsaan, bapak @prabowo seharusnya melarang gerakan “Ganti Presiden” yang masif dilakukan di daerah2,” tulis Denny dalam akun Twitternya @Dennysiregar7.

Menurut dia, gerakan ini diduga melanggar waktu kampanye. Tak hanya itu, Ia menuding gerakan tersbeut juga berpotensi menimbulkan perpecahan antar rakyat Indonesia.

BACA JUGA :  23 Tahun Silam, Saya Sudah Interupsi Jenderal Prabowo Subianto

“Karena pertama, ini melanggar waktu kampanye. Dan kedua, gerakan ini menimbulkan perpecahan,” ungkapnya.

SeIain itu, Denny juga menyinggung soal berpelukan Jokowi-Prabowo. Menurutnya, pelukan itu tidak akan bermakna, jika tidak adanya tindakan yang biosa meredamkan suasan politik yang panas.

“Berpelukan, oke. Tapi tanpa tindakan, kita akan tetap terbelah,” sambung Denny Sirega

Cuitan Denny yang meminta Prabowo menghentikan deklrasi #2019GantiPresiden ditanggapi beragam oleh warga net.

“Kalu ini boleh ya bro padahal pesertanya jutaan,” tulis @herirwidjaja.

Ada juga warga net yang memuji Prabowo terkait “pemborongan” medali emas caba olahraga pencak silat. Dimana, Prabowow merupakan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

“Terima kasih Pak Prabowo, ini sejarah pertama di dunia 1 cabang olah raga meraih 14 emas sekaligus di event Internasional. Ini rekor dunia, mungkin 100 tahun lagi baru bisa terpecahkan. Terima kasih para pendekar silat, terima kasih Ketum IPSI pak Prabowo,” tulis @JH_talk_2_U.[Ipk].

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini