Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Sikap Amerika Serikat yang memberikan sanksi kepada Turki mulai memberikan efek terhadap ekonomi negara tersebut. Mata uang Turki mencapai rekor terendah baru 7,24 terhadap dolar AS di perdagangan Asia Pasifik ketika pasar dibuka pada Senin pagi.

Lira mengurangi sebagian kerugiannya setelah pengumuman bank sentral, tetapi masih turun lebih dari sembilan persen pada hari itu. Mata uang telah kehilangan lebih dari 45 persen nilainya tahun ini.

Untuk mengantisipasinya, Bank sentral Turki pada hari Senin mengumumkan telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan stabilitas keuangan setelah runtuhnya lira, menjanjikan untuk menyediakan “semua likuiditas yang dibutuhkan bank”.

BACA JUGA :  Hanif Yakinkan Amerika Tak Perlu Khawatir Investasi di Indonesia

“Bank sentral akan memantau secara ketat kedalaman pasar dan formasi harga, dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas keuangan, jika dianggap perlu,” kata bank dalam sebuah pernyataan dilansir aljazeera.com.

Investor khawatir aksi jual lira bisa memiliki efek riak di pasar keuangan global dengan euro, rand Afrika Selatan, dan peso Meksiko yang sudah kecokelatan oleh krisis Turki.

“Jelas situasi Turki adalah risiko global lain,” kata Konstantinos Anthis, kepala penelitian di ADS Securities.

“Meskipun negara itu sendiri memiliki ikatan terbatas dengan bagian dunia lainnya, penyebaran krisis ke Eropa melalui eksposur bank-banknya adalah perhatian utama.” (ham)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini