Ilustrasi

telusur.co.id – Kinerja Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, yang lambat sangat disayangkan. Utamanya, dalam menyelesaikan proses penyidikan proyek pembangunan Stadion mini yang diduga bermasalah.

Direktur CBA Uchok Sky Khadafi mengatakan, dalam kasus ini, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, DG sebagai orang yang bertangggungjawab sudah dipanggil pihak Kejari.

Namun, sampai sekarang kasus dugaan korupsi itu mangkrak, atau tidak dilanjuti lagi oleh Kejari Kota Bekasi.

“Padahal kasus tersebut tinggal memasuki tahapan penetapan tersangka,” kata Uchok kepada wartawan, Senin (27/8/18).

Ia pun meminta Kejari Kota Bekasi untuk segera membuka kembali kasus dugaan korupsi Stadion mini Pondok Gede tersebut.

Selain itu, Kejari Kota Bekasi, harus segera memanggil Kadis Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

BACA JUGA :  KPK Tangkap Wali Kota Kendari Bersama Cagub Sulteng

“Oleh karena tugas suci Kejari Kota Bekasi itu adalah pemberantasan korupsi, bukan tukang mangkrak kasus kasus yang terindikasi korupsi. Jadi Kejari jangan pura-pura buta dan tuli ketika publik melaporkan kasus-kasus korupsi di kejaksaan,” kata Uchok.

Berdasarkan data yang dimiliki Center For Budget Analysis, dari tahun 2014-2017 Pemda Kota Bekasi mengalokasi anggaran untuk proyek pembangunan Stadion mini sebanyak di 8 lokasi dengan anggaran sebesar Rp 27.283.092.700

Ke 8 lokasi tersebut adalah; Stadion Mini Bekasi Barat Kota Bekasi dengan anggaran sebesar Rp 1.4 miliar; Stadion Mini Jatisampurna dengan anggaran sebesar Rp 1.9 miliar; Stadion Mini Bekasi Selatan Kota Bekasi sebesar Rp 2.4 miliar.

BACA JUGA :  Tersangka PLTU Riau-1 Minta Golkar Kembalikan Uang Yang Dialirkan Ke Munaslub

Dan Stadion Mini kecamatan Rawalumbu dengan anggaran sebesar Rp 2.4 miliar; Stadion Mini Bekasi Timur Kota Bekasi (Lapangan Multiguna) dengan anggaran sebesar sebesar Rp 5.2 miliar; Stadion Mini Pondokgede sebesar Rp 6.6 miliar; Stadion Mini Mustika Jaya dengan anggaran sebesar Rp 6.8 miliar; serta Stadion mlMini dan gedung serbaguna Rw 03 kelurahan Margamulya dengan anggaran sebesar Rp 356.8 juta.

Kemudian dari 8 stadion tersebut diduga ada penyimpangannya anggaran dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 1.7 miliar.

Tetapi, dari 8 stadion mini ini hanya satu proyek pembangunan stadion mini yang masuk ke proses penyidikan pihak kejari Kota Bekasi. Yaitu proyek pembangunan Stadion Mini Pondokgede. [ipk]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini