Presiden RI Joko Widodo.Foto:Istimewa

telusur.co.id – Aktivis Persaudaraan Alumni (PA) 212 Eggy Sudjana menilai, pidato Presiden Joko Widodo kepada relawannya untuk berani “berantem” diduga melanggar hukum.

Menurut dia, mantan wali kota Solo itu telah melanggar pasal 128 Kitab Undang-Undang Hidup Pidana (KUHP).

“Dalam KUHP itu siapa yang mengajak tanding berkelahi dan menyuruh, di pidana 9 bulan,” ujar Eggi di Kawasan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (8/8/18).

Eggi menilai, Jokowi bisa diturunkan atau Impeachment oleh parlemen, karena pidato hasutannya tersebut.

Namun, untuk parlemen saat ini, Eggi menduga tidak ada yang berani memanggil Jokowi ke Senayan. Padahal, dalam ketata negaraan Indonesia, jika kepala negara melakukan kesalahan atau melanggar Kontitusi, maka bisa di makzulkan.

BACA JUGA :  Kata SBY,┬áSkandal Fitnah Asia Sentinel Libatkan Asing Dan Bangsa Sendiri

“Perspektif negara kita menempatkan presiden, kalau dia melakukan kesalahan sesuai dengan UUD 1945 melakukan perbuatan tercela, melakukan korupsi, dia di impeacement,” tutup dia.[far]

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini